Bapenda Samsat Depok Gelar Program Double Untung 10-10 dan Bebaskan Denda Pajak Kendaraan

0


Depok – Telat membayar Pajak Kendaraan Bermotor atau PKB? Jangan khawatir, Anda bisa menjadi pahlawan pembangunan daerah dengan mengikuti program Double Untung 10-10.

Bertepatan momentum memperingati Maulid Nabi SAW dan Hari Pahlawan 10 November tahun 2019, Pusat Pengelolaan dan Pendapatan Daerah (P3D) Bapenda Provinsi Jawa Barat Wilayah Depok I (Samsat Depok), gelar program Double Untung 10-10

Program ini menawarkan bebas denda pajak kendaraan (amnesti) untuk semua tunggakan pajak dan diskon pajak kendaraan (menunggak 5 tahun atau lebih) pada pembayaran periode 10 November hingga 10 Desember 2019.

“Launching program double untung, kita adakan tausyiah terlebih dahulu dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW, serta mendoakan para pahlawan pejuang bangsa,” kata Kepala P3D Samsat Depok, Hj. N Ida Hamidah SE.M.SI didampingi Kasubag TU, Eddy Aries, Kasi Pendapatan dan Penagihan Tavip Supardi dan Kasi Penetapan dan Pendataan Agus Restriawan di depan pintu gerbang Samsat Depok, Jalan Merdeka, Sukmajaya, Depok, Minggu (10/11/2019).

Dalam launching program double untung tersebut, lanjut Ida, pihaknya juga menyiapkan ratusan hadiah bagi wajib pajak yang membayar pajak kendaraan di layanan Samling saat acara berlangsung.

“Kita berikan cinderamata secara langsung kepada wajib pajak yang membayar pajak kendaraan hari ini, hadiah diberikan langsung tanpa diundi,” tuturnya.

Menurut Ida Hamidah, program Double Untung 10-10 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar taat membayar pajak tepat pada waktunya.

“Ini kami tujukan untuk yang menunggak pajak dalam jangka waktu cukup panjang, lima tahun atau lebih. Dendanya dihilangkan, bahkan bayarnya dikurangi cukup empat tahun pokok pajak. Tahun kelima tidak perlu bayar karena kami bebaskan pokoknya,” katanya.

“Program ini kami upayakan membuat penunggak pajak sadar bahwa membayar tepat waktu lebih baik karena tidak perlu dibayang-bayangi ketakutan dan bayar denda,” tambahnya.

Meski begitu, Ida mengingatkan bahwa masyarakat tetap harus mengurus Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang berlaku lima tahun. “Dia harus urus STNK baru dengan datang ke kantor induk dan bayar untuk yang ke depan. Jadi yang ke belakang ini (yang) diberi pengampunan,” ujar Ida.

“Ini diharapkan menjadi daya tarik bagi yang menunggak pajak cukup lama, yang berpikir tunggakannya sangat besar. Semoga ini bisa digunakan agar surat izin kendaraannya (STNK) bisa dihidupkan kembali,” ucapnya.

Selain itu, Ida berujar program Double Untung 10-10 bertepatan perayaan Hari Pahlawan ini sekaligus kampanye untuk menjadikan masyarakat taat pajak sebagai pahlawan bagi daerahnya.

“Di masa lalu, pahlawan adalah orang yang berjuang untuk kemerdekaan. Tapi kini, pahlawan adalah orang yang berbuat baik untuk negerinya, untuk Tanah Air. Caranya macam-macam, warga biasa yang punya kendaraan bermotor bisa jadi pahlawan jika membayar PKB tepat waktu,” ujar Ida.

“Artinya, dia sadar bahwa uang pajak dibayar untuk membangun daerahnya. Bapenda Jabar melalui Samsat Kota Depok Satu (1), tentu berharap 10 November nanti dimaknai bahwa pahlawan hari ini adalah pahlawan bagi mereka yang membayar PKB tepat waktu,” tegasnya.

Tawaran amnesti denda pajak dan diskon pajak dalam program Double Untung 10-10 ini bisa didapatkan melalui semua pelayanan pembayaran Samsat J’Bret (Samsat Jawa Barat Ngabret) melalui aplikasi belanja online seperti Tokopedia dan Bukalapak, gerai minimarket Alfamart dan Indomaret, hingga di Bank bjb.

“Satu syarat, kalau STNK sudah mati, tetap datang untuk urus STNK ke depan. Jangan sampai (pajak) sudah dibayar, tapi tidak diurus karena (proses) belum lengkap, sekalian urus STNK,” imbau Ida.

Program Double Untung 10-10 ini juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui PKB. Selain itu, program ini diharapkan semakin mendorong penggunaan Samsat J’Bret –layanan pembayaran pajak yang sudah diluncurkan.

“Kami hitung PKB yang dibayarkan lewat online melalui Samsat J’Bret, itu ternyata antusiasme masyarakat luar biasa. ada e-Samsat lewat bank atau ATM (pendapatan) sepanjang tahun mengalami pendingkatan Pendapatan,” ucap Ida.

“Sejak adanya Samsat J’Bret via aplikasi online dan gerai modern, valuasi luar biasa, jadi memang ada kemudahan untuk membayar pajak, kecuali yang lima tahun atau lebih,” imbuhnya.

Jabar sendiri telah meluncurkan mekanisme Elektronik Samsat atau E-Samsat. Ida berharap, Kota Depok dengan jumlah penduduk terbanyak ini menjadi motor bagi Kota lain dalam hal pembayaran pajak kendaraan.

“Samsat J’Bret di 2019 ini. Inovasi baru akan menjadi jaminan bahwa pelayanan kami akan meningkat, kami lebih cermat, angka akurat karena terdata sistem,” ujar Ida.

“Kita beruntung karena infrastruktur di Kota Depok bagi pelayanan publik melalui IT sangat bagus. Ke depan, kami akan terus mencari inovasi agar masyarakat merasa semakin mudah membayar pajak,” tuturnya.

Dalam launching program double untung tersebut, lanjut Ida, pihaknya juga menyiapkan ratusan hadiah bagi wajib pajak yang membayar pajak kendaraan di layanan Samling saat acara berlangsung.

“Kita berikan cinderamata secara langsung kepada wajib pajak yang membayar pajak kendaraan hari ini, hadiah diberikan langsung tanpa diundi,” tutupnya. (Dris)