Di PN Depok, Pencuri HP Diganjar Lebih Ringan dari Pelaku Judi Kartu

0

DEPOK- Pencuri dua unit handphone (HP) diduga di Pengadilan Negeri (PN) Depok diganjar hukuman lebih ringan bilamana dibandingkan dengan perkara perjudian permainan kartu koah atau ceki.

Atas nama Riski Yandi (19 tahun), dijerat Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan dakwaan tunggal yakni, Pasal 362 KUHPidana.

Dalam dakwaan JPU diketahui, bermula saat terdakwa pulang dari rumah temannya melintas di Jalan Musi Raya, Depok, dengan menumpang sepeda motor.

Saat melihat warung gak ada penjaganya, terdakwa memberhentikan sepeda motor yang ditumpanginya. Kemudian terdakwa menghampiri warung tersebut.

Setibanya, terdakwa melihat satu unit HP merk Samsung J2 Prime warna gold dan satu unit HP merk Polytron warna putih milik Saksi Korban Fajri Ginting.

Tanpa sepengetahuan dan seijin Saksi Korban, dua unit HP tersebut diambil terdakwa selanjutnya, melarikan diri. Kemudian dua unit HP tersebut oleh terdakwa ditukar tambah di Counter Handphone UMI CELL dengan satu unit HP merk Advan warna hitam dan uang sebesar Rp 350 Ribu.

Akibat perbuatannya, terdakwa dinyatakan bersalah melakukan pencurian. JPU Lira Aprianti menuntut terdakwa selama empat bulan penjara.

Majelis Hakim yang dipimpin Wakil Ketua PN Depok Dewa Ketut Kartana dengan anggota Yuanne Marieetta RM dan Raijah Muis menyatakan sependapat dengan JPU. Menjatuhkan putusan terhadap terdakwa selama empat bulan penjara sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 362 KUHPidana.

Pelaku Permainan Judi Kartu Dihukum Lebih Berat

Hukuman yang diterima terdakwa Riski Yandi diduga lebih ringan bilamana dibandingkan dengan hukuman tiga terdakwa permainan judi kartu koah atau ceki.

JPU Tohom Hasiholan Silalahi menuntut Terdakwa I Heri Efendi (34 tahun), Terdakwa II Budiyanto alias Yanto (56 tahun) dan Terdakwa III La Adji alias Adji masing-masing selama 10 bulan penjara.

Menurut JPU, perbuatan para terdakwa telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar ketentuan hukum dalam Pasal 303 Bis Ayat (1) ke-1 KUHPidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Dakwaan Kedua.

Atas Tuntutan JPU itu, masing-masing terdakwa di ruang sidang mengajukan permohonan keringanan hukuman. Dengan alasan menyesali perbuatannya, berjanji tidak akan mengulanginya lagi dan merupakan tulang punggung keluarga, Selasa (24/4/2018).

( jim )