Dijadwalkan Diperiksa, Mantan Sekda Kota Depok Mangkir dari Panggilan Polisi

0

DEPOK – Kepolisian Resort Metro Kota Depok menjadwalkan Rabu (5/9/2018), untuk melakukan pemeriksaan terhadap Harry Prihanto sebagai Tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi Jalan Nangka yang merugikan Negara sebesar Rp 10,7 Milyar. Akan tetapi, Mantan Sekda Kota Depok itu mangkir dari panggilan Polisi.

Ahmar Ikhsan Rangkuti selaku Kuasa Hukum Tersangka Harry Prihanto mengatakan, baru mendapatkan kuasa pada Selasa (4/9/2018). Ia mengatakan hadir di Polresta Depok untuk mewakili kliennya untuk menyampaikan penundaan pemeriksaan.

“Beliau ada kegiatan yang tidak bisa diwakilkan. Hari ini ke luar kota di daerah Cirebon. Makanya kami hadir mewakili Beliau untuk menyampaikan minta penundaan pemeriksaan,” ujar Rangkuti, Rabu (5/9/2018).

Ia mengaku bahwa informasi yang diterima dari kliennya terkait kasus ini masih terbatas. Maka, meminta penundaan selama satu pekan di hari Rabu (12/9/2018) untuk menjalani pemeriksaan.

“Insya Allah kita minta Rabu (12/9/2018) dapat dipenuhi Pak Harry untuk datang menjalani pemeriksaan di Polres Depok,” ujarnya.

Sementara status kliennya di Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Rangkuti menjawab belum bisa memberikan informasi dikarenakan informasi yang diterima dari kliennya masih terbatas dan masih ingin mempelajari dahulu kasusnya.

“Intinya Pak Harry mengatakan, ada pelaksanaan penganggaran proyek di Tahun 2015 yang menurutnya clear, tidak ada persoalan tapi kita tidak tahu kasusnya dari Kepolisian seperti apa,” tuturnya.

Ketidakhadiran kliennya apakah takut ditahan? Rangkuti menerangkan, seperti yang disampaikan tadi. Kliennya ada kegiatan yang tidak bisa diwakilkan di daerah Cirebon.

“Pak Harry bilang clear tapi ini ada double anggaran dari swasta dan pemerintah. Hal itu materi penyidikan jadi silahkan tanya langsung ke pihak penyidik,” imbuhnya.

Dari penganggaran, ia menjelaskan, kliennya menyatakan, harus ada pelaksananya. “Beliau bilang ada keanehan dikarenakan dari dirinya belum dilakukan tapi sudah ada tersangkanya sehingga langsung meloncat ke dirinya,” ungkapnya.

Disinggung Harry Prihanto ke Cirebon kegiatan kedinasan atau pribadi, Rangkuti menegaskan, bukan kegiatan pribadi. “Nanti akan kita jelaskan lebih lanjut di proses pendampingan berikutnya. Saya pikir cukup ya,” tandasnya. (jim)