Dinkes Jatim Tegaskan Imunisasi Difteri Tetap Dilanjutkan

0

Jatim – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur menegaskan imunisasi difteri di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur tetap dilanjutkan. Keputusan ini menjawab pertanyaan penyebab kejang-kejang dan pusing yang dialami puluhan santri di Pamekasan setelah disuntik vaksin difteri.

“Kami sudah melihat langsung kondisi santri dan melakukan evaluasi. Hasilnya bukan karena efek imunasi, tapi karena reaksi kejiwaan para santri yang takut untuk diimunisasi. Ini hanya persoalan psikis,” kata Kepala Dinkes Jatim, Kohar Hari Santoso, Senin, (12/2).

Ia menjelaskan efek psikologi, kecemasan, dan ketakutan setelah proses pemberian vaksin difteri sangat mungkin terjadi. Kohar juga memastikan gejala kejang-kejang dan pusing yang dialami santri bukan karena keracunan. “Imunisasi difteri itu dampaknya hanya demam biasa yang biasa diatasi dengan obat,” ucapnya.

Kejadian yang dialami santri di Pamekasan, sambung Kohar, hanya kasuistik dan belum pernah terjadi di daerah lain. Ia meminta masyarakat tidak menilai imunisasi difteri sebagai sesuatu yang berbahaya dan perlu ditolak. “Imunisasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh,” terangnya.

Sebagai informasi, puluhan santri pondok Pesantren Al Falah Sumber Gayam Kadur, Kecamatan Kadur Kabupaten Pamekasan, Sabtu (11/2) harus dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami kejang-kejang dan pusing setelah mengikuti imunisasi difteri. Kadinkes Jatim, Kohar Hari Santoso didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Jatim, Ansarul Fahrudda langsung mengunjungi dan mengecek kondisi santri.

(Yok/Ning)