Gejala, Penyebab dan Pengobatan Plasenta Previa

0

Plasenta previa adalah kondisi ketika ari-ari atau plasenta berada di bagian bawah rahim, sehingga menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Selain menutupi jalan lahir, plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan hebat, baik sebelum maupun saat persalinan.

Plasenta adalah organ yang terbentuk di rahim pada masa kehamilan. Organ ini berfungsi menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu kepada janin, serta membuang limbah dari janin.

Normalnya, plasenta memang berada di bagian bawah rahim pada awal masa kehamilan, namun seiring pertambahan usia kehamilan dan perkembangan rahim, plasenta akan bergerak ke atas. Pada kasus plasenta previa, posisi plasenta tidak bergerak dari bawah rahim hingga mendekati waktu persalinan.

Gejala Plasenta Previa

Gejala utama plasenta previa adalah perdarahan dari vagina yang terjadi pada akhir trimester kedua atau di awal trimester ketiga kehamilan. Perdarahan bisa banyak atau sedikit, dan akan berulang dalam beberapa hari. Perdarahan tersebut juga dapat muncul setelah berhubungan intim dan disertai dengan kontraksi atau kram perut.

Kapan Harus ke Dokter

Segera periksakan diri ke dokter kandungan bila timbul flek atau perdarahan saat kehamilan.

Penyebab dan Faktor Risiko Plasenta Previa

Penyebab plasenta previa belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang diduga dapat membuat ibu hamil lebih berisiko menderita kondisi ini, yaitu:

– Berusia 35 tahun atau lebih
– Merokok saat hamil atau menyalahgunakan kokain.
– Memiliki bentuk rahim yang tidak normal.
– Bukan kehamilan pertama.
– Kehamilan sebelumnya juga mengalami plasenta previa.
– Posisi janin tidak normal, misalnya sungsang atau lintang.
– Hamil bayi kembar
– Pernah keguguran.
– Pernah menjalani operasi pada rahim, seperti kuret, pengangkatan miom, atau operasi caesar.

Diagnosis Plasenta Previa
Dokter dapat menduga ibu hamil mengalami plasenta previa jika terjadi perdarahan di trimester kedua atau ketiga kehamilan. Namun untuk memastikannya, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan berikut:

USG transvaginal

Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan alat khusus ke dalam vagina untuk melihat kondisi vagina dan rahim. Pemeriksaan ini adalah metode paling akurat untuk menentukan letak plasenta.

USG panggul

Prosedur ini sama dengan USG transvaginal, tetapi alat hanya ditempelkan pada dinding perut, guna melihat kondisi di dalam rahim.

MRI (magnetic resonance imaging)

Prosedur ini digunakan untuk membantu dokter melihat dengan jelas posisi plasenta.

Jika ibu hamil mengalami plasenta previa, dokter kandungan akan terus memantau posisi plasenta atau ari-ari dengan USG secara berkala, sampai tiba hari persalinan.

Pengobatan Plasenta Previa
Pengobatan plasenta previa bertujuan untuk mencegah perdarahan. Penanganan yang akan diberikan oleh dokter tergantung kepada kondisi kesehatan ibu dan janin, usia kandungan, posisi ari-ari, dan tingkat keparahan perdarahan.

Pada ibu hamil yang tidak mengalami perdarahan atau hanya mengalami perdarahan ringan, biasanya dokter akan memperbolehkan ibu hamil melakukan perawatan secara mandiri di rumah, yang berupa:

Banyak berbaring
Menghindari olahraga
Menghindari hubungan intim

Meskipun tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit, pasien tetap harus waspada dan segera mencari pertolongan medis apabila perdarahan memburuk atau tidak berhenti.

Bila ibu hamil mengalami perdarahan hebat apalagi berulang, dokter kandungan akan menyarankan agar bayi dilahirkan secepatnya melalui operasi caesar. Namun jika usia kandungannya kurang dari 36 minggu, ibu hamil akan diberikan suntikan obat kortikosteroid terlebih dahulu untuk mempercepat pematangan paru-paru janin. Bila perlu, ibu hamil juga akan diberikan transfusi darah untuk mengganti darah yang hilang.

Ibu hamil yang mengalami plasenta previa sebenarnya masih dapat melahirkan normal, asalkan letak plasenta tidak menutupi jalan lahir atau hanya menutupi sebagian. Tetapi jika plasenta menutupi seluruh jalan lahir, dokter akan menyarankan operasi caesar.

Komplikasi Plasenta Previa :
Plasenta previa bisa berbahaya, baik bagi ibu maupun janin. Pada ibu, plasenta previa dapat menyebabkan komplikasi berupa:

Syok :
Syok terjadi akibat perdarahan berat ketika proses persalinan.

Penggumpalan darah :
Komplikasi ini terjadi akibat perawatan di rumah sakit yang membuat ibu terlalu lama berbaring, sehingga darah lebih mudah.

Sedangkan pada janin, komplikasi yang dapat terjadi akibat plasenta previa adalah:

Kelahiran prematur
Bila perdarahan terus berlangsung, bayi harus segera dilahirkan dengan operasi caesar, meskipun belum cukup bulan.

Asfiksia janin
Kondisi ini terjadi ketika janin tidak mendapat cukup oksigen saat di dalam kandungan.

Pada kondisi yang jarang terjadi, plasenta previa dapat menyebabkan jaringan plasenta tumbuh terlalu dalam, sehingga sulit untuk dikeluarkan (retensi plasenta). Kondisi ini akan memperburuk perdarahan.

ALODOKTER adalah super app yang memberikan segala solusi mengenai berbagai masalah kesehatan yang terjadi di kalangan keluarga muda Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut terkait ALODOKTER, bisa mengunjungi www.alodokter.com , Instagram @alodokter_id , facebook/alodokter , twitter @alodokter , dan silakan mengunduh langsung aplikasi ALODOKTER di Google Play Store dan Apple Store.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Plasenta Previa, silahkan menghubungi :

dr. Alni Magdalena
Medical Manager ALODOKTER
T : (021) 25981930
E : alni@alodokter.com
Satrio Tower Building, Kuningan, Jakarta

*Artikel ini ditinjau dr. Tjin Willy selaku dokter dari ALODOKTER.

Untuk pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi:

Arian Vivaldi
Head of Marketing ALODOKTER
T: +622125981930
Satrio Tower Building, Kuningan, Jakarta

Lolo Sianipar
PR Consultant untuk ALODOKTER
M: +62 816 99 6007
Lolo@PiarConsulting.com

Tentang ALODOKTER

Alodokter adalah super app yang memberikan segala solusi mengenai berbagai masalah kesehatan yang terjadi di kalangan keluarga muda Indonesia. Saat ini ALODOKTER diakses lebih dari 20 juta pengguna aktif setiap bulannya.

Terdapat 5 fitur utama ALODOKTER, pertama adalah fitur Chat Bersama Dokter, dimana pasien dapat memperoleh jawaban akurat terkait masalah kesehatan yang dialaminya.

Di fitur ini, pasien akan serasa memasuki rumah sakit digital terbesar yang di dalamnya terdapat banyak dokter, mulai dari dokter umum hingga spesialis. Pasien bisa dengan bebas memilih dokter mana yang tepat untuk menjawab keluhannya.

Kedua adalah konten artikel dan video, ketika keluarga muda Indonesia butuh informasi lengkap, mudah dimengerti, dan terpercaya mengenai cara mencegah suatu penyakit, mereka bisa mengakses Alodokter.

Saat pasien ingin melakukan pemeriksaaan lebih lanjut dan mendapatkan treatment terbaik, maka mereka dapat menggunakan fitur Booking Dokter dan Rumah Sakit di ALODOKTER yang di dalamnya terdapat 20,000 dokter & bekerja sama dengan lebih dari 500 rumah sakit.

Jika pasien membutuhkan solusi terkait ongkos pengobatan, mereka bisa menggunakan proteksi ALODOKTER yang bermitra dengan AXA Insurance untuk mendapatkan proteksi berpremi rendah dengan banyak manfaat.

ALODOKTER Shop yang merupakan program loyalitas, bekerja sama dengan Apotek Century dan Apotek generic, yang dipersembahkan khusus bagi pengguna ALODOKTER.