Kajari Situbondo Janji Akan Bentuk Timsus Adanya Pungli Pada Program Prona

0

 

Situbondo| Sketsaonline. com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Situbondo Nur Slamet menegaskan segera membentuk tim khusus untuk meneliti kembali dugaan Pungutan Liar (Prona) yang dilakukan Perangkat dan Kepala Desa Pokaan periode 2013-2019.

Hal ini disampaikan dihadapan perwakilan ratusan warga Desa Pokaan yang mengelar aksi demonstrasi di Kejari Situbondo, Kamis (7/11/2019).

“Kita sudah membaca ulang laporan warga. Dalam waktu dekat akan kita bentuk tim untuk meneliti dan jika dianggap cukup bukti maka akan dilakukan pemanggilan saksi,” Kata Nur Slamet.

Ia menambahkan bahwa lembaganya tidak tebang pilih dalam memproses suatu perkara. Dirinya pun menegaskan berkomitmen untuk menegakkan hukum di atas segalanya.

“Tentu acuan kita pada regulasi yang ada. Maksudnya ada beberapa adminitrasi yang harus dilalui. Namun pada prinsipnya kita akan membuka kembali kasus ini,” Ujarnya.

Dan Ketua Umum GP. Sakera Syaiful Bahri, selaku pihak yang sejak awal mendampingi warga, menyampaikan keyakinannya bahwa telah terjadi dugaan pungli secara berjemaah di Desa Pokaan. Pihaknya pun menyebut dugaan tersebut didukung oleh bukti-bukti yang kuat.

“Kita harus menunjukkan kebenaran yang sesungguhnya. Hukum harus ditegakkan hingga di struktur paling kecil, yakni desa. Terkait dengan Pokaan, kami yakin telah terjadi pungli prona untuk tahun 2017-2018. Tentu kami punya alat bukti yang cukup untuk mengatakan itu,” Tutur Bang Ipoel.

Bahkan Menurut Syaiful, Aparat Penegak Hukum (APH) harus bertindak obyektif dalam memproses suatu perkara.

Dirinya pun menegaskan telah mewakafkan waktunya untuk membela masyarakat kecil yang didholimi pemerintah.

“Dan Kami berharap APH melakukan tugasnya secara benar, tidak merasa ditekan oleh apapun dan siapapun. Proseslah laporan kami seobyektif mungkin. Kita akan terus mengawal kasus ini hingga kebenaran diungkap secara terang benderang,” kata lelaki yang dipercaya masyarakat untuk maju pada Pilkada Situbondo 2020 ini. ” Ungkapnya.

Sementara itu, Pantauan wartawan di lapangan, peserta aksi berorasi secara bergantian. Mereka juga membeberkan poster yang isinya antara lain: _Pak Kejari yang baik, segera panggil saksi kami. Pak Kejari yang baik, usut tuntas pungli prona Pokaan. Pak Kejari yang baik, kami tidak percaya panitia Abdul Jalal karena mereka dibentuk setelah pelaksanaan prona.( Hfz ).