Kembangkan Desa Wisata, Desa Karangnongko Pacitan Gandeng Konsultan Perencana

0

Pacitan, Sketsaonline.com, — Guna tercapainya pengembangan desa wisata, Pemerintah Desa Karangnongko, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur gelar musyawarah lanjutan terkait pemaparan desa wisata dan master plant atau rencana induk, yang bertempat di halaman kantor desa setempat, Senin (24/06/2019).

Pejabat (Pj) Kepala Desa Karangnongko Prayitno Ady Racharjo, S.IP mengatakan, pada dasarnya pengembangan desa wisata tersebut bermula dari usulan warga masyarakat setempat, yang telah diinginkan sejak beberapa tahun silam.

Dengan dasar usulan dari warga tersebut, lanjut Prayitno, pihaknya melakukan musyawarah desa dan disepakati, baik oleh tokoh masyarakat, tokoh agama maupun seluruh warga masyarakat terkait tindak lanjut proses pengembangan desa wisata yang berlokasi di Dusun Kalitani, Desa Karangnongko.

“Alhamdulillah dapat terwujud di pertengahan tahun 2018 lalu,” ujar Prayitno, seusai memberikan sambutan pada musyawarah desa lanjutan, Senin siang.

Menurutnya, potensi yang akan dikembangkan di wilayah tersebut difokuskan pada pengembangan wisata edukasi, baik edukasi peternakan, edukasi pertanian yang difokuskan kepada anak didik mulai usia dini hingga mencakup seluruh kalangan.

“Karena kita melihat, bahwa di Kabupaten Pacitan ini sungguh luar biasa potensi alamnya. Namun masih sangat kurang terkait adanya wahana-wahana yang ditujukan untuk menunjang ekstrakulikuler anak didik,” terangnya.

Berdasarkan rekapitulasi Rincian Anggaran Biaya (RAB) pengembangan pembangunan kawasan desa wisata tersebut, Pemdes setempat menggandeng konsultan perencana dari CV. Deka Khariesma. Dengan estimasi anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp6,9 miliar. Sedangkan untuk luas lahan yang diperlukan, diperkirakan sekitar 15 hektar lebih.

“Insyaallah ke depan akan kami upayakan adanya gayung bersambut, baik dari instansi pemerintahan baik kabupaten, provinsi, pusat dan juga investor atau pihak swasta yang masuk ke Desa Karangnongko. Dan tentunya terbuka bagi investor,” katanya.

Meski demikian, untuk menunjang itu semua akses jalan perlunya untuk dibangun lebih baik. Ia menjelaskan, terkait hal itu pihaknya telah menganggarkan melalui APBDes yang sudah direncanakan sejak 2 tahun lalu.

“Selain itu ada beberapa bantuan keuangan yang memang digunakan untuk membangun sarana prasarana jalan maupun penerangan. Kalau target pembangunan insyaallah 7 tahun sudah bisa clear yang dimulai pertengahan tahun lalu, dan saat ini kondisinya baru sekitar 5%,” jelas Prayitno.

Ditemui di tempat berbeda, Sunarko, tokoh masyarakat yang juga mantan Kades setempat mengatakan, perkembangan potensi desa wisata tersebut sebenarnya ada tempatnya, akan tetapi karena masih lahan mentah perlunya pembukaan akses.

“Akses jalan saat ini masih pas-pasan, belum dilebarkan dan hanya cukup untuk satu roda empat, belum bisa berpapasan. Sehingga perlu adanya akses keluar-masuk,” ujarnya.

Sebagai tokoh dan juga warga masyarakat Desa Karangnongko , pihaknya berharap dengan adanya pengembangan desa wisata tersebut seyogyanya ada potensi buah nangka yang akan menjadi ciri khas tersendiri. “Secara pribadi kami sangat mendukung, semoga terwujud dengan baik,” imbuhnya.

Sementara itu, Putatmo Sukandar, Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Kabupaten Pacitan mengapresiasi atas inisiatif dari pemerintah Desa Karangnongko. Meski demikian, pihaknya mengingatkan jika dilihat dari desain pengembangan desa wisata, perlunya mempersiapkan lahan yang luas, kesiapan SDM dan juga anggaran yang tentunya tidak sedikit.

“Jadi, dalam pembangunannya harus secara bertahap. Saya yakin Pemkab juga akan mendukung, karena tujuannya baik, namun semua perlu persiapan yang matang. Apabila ini terwujud pasti akan berpengaruh pada perputaran ekonomi yang ada di desa,” ucapnya.

(Sigit)