Kontingen Taekwondo Indonesia Tampil Gemilang di Vietnam

0
Kontingen Taekwondo Indonesia tampil gemilang di Vietnam. (Foto: istimewa)

JAKARTA – Kontingen Taekwondoin Indonesia berhasil mempersembahkan sejumlah prestasi membanggakan di Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia.

Bertanding di Kejuaraan ‘2nd Asian Open Taekwondo Championship’ di Ho Chi Minh City, Vietnam pada 15 hingga18 Agustus 2019, kontingen Indonesia mampu tampil gemilang.

Ketuam Umum Pengurus Besar Taekwodon Indonesia (PBTI) Letjen TNI (purn) Thamrin Marzuki dalam keterangan tertulis pada media ini menyampaikan, ajang yang dijadikan sebagai try out jelang SEA Games 2019 itu, Indonesia mampu meraih 3 medali emas, 3 medali perak, 3 medali perunggu dan 3 penghargaan.

“Pencapaian ini merupakan jerih payah latihan keras dan evaluasi yang dilakukan terus menerus. Selamat kepada para atlet dan seluruh tim yang telah mengharumkan nama bangsa dan negara,” kata Thamrin Marzuki saat penyambutan kontingen di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (17/08/2019).

Dalam kejuaraan open tournament internasional Kategori G-1 yang mempertandingkan nomor tarung (Kyorugi) dan jurus (Poomsae) ini, emas dipersembahkan oleh Mariska Halina (Senior Kyorugi U53), Aqila Aulia Ramadani (Junior Kyorugi U49) dan Wawan Saputra (Poomsae Junior Free Style).

Sementara medali perak dipersembahkan Reinaldy Atmanegara (Senior U54), Dinggo Ardian (Senior U74) dan Defia/Ruhil/Rachmania (Poomsae Beregu Putri).

Adapun medali perungu dipersembahkan oleh Ibrahim Zarman (Senior Kyorugi U63), Rizky Anugrah (Senior Kyorugi U87) dan Wahyu/Alfi/Abdul Rahman (Poomsae Beregu Putra).

Tak hanya itu, tiga penghargaan individu juga berhasil diraih. Yakni The Best Female Kyorugi Junior yang diraih Aqila Aulia Ramadani, The Best Junior Male Poomsae diraih Wawan Saputra, Pelatih Terbaik Kategori Poomsae diraih Maulana Haidir, serta Irene Yosephine sebagai Wasit Terbaik.

Terpisah, Kabid Pembinaan dan Prestasi PBTI Yefi Triaji menambahkan, hasil yang dicapai dalam kejuaraan yang diikuti lebih dari 400 atlet dari 25 negara ini, menunjukkan progres pencapaian yang signifikan dari para atlet.

‚ÄúDari kejuaraan Universiade dan kejuaraan di Korea beberapa waktu yang lalu kita memang melakukan evaluasi. Hasil ini membuat saya senang, karena progres perkembangan para atlet terlihat meningkat. Tapi jujur saya masih belum puas, karena ada beberapa catatan penting yang harus menjadi bahan evaluasi,” ujarnya. (Boy)