Lebaran Depok, Wali Kota Apresiasi Inisiasi KOOD Membuat Kamus Bahasa Depok

0

Depok – Wali Kota Depok KH. Muhammad Idris mengahadiri acara Rowahan Lebaran Depok di Perumahan Sawangan Village, Sabtu (06/07/2019). Acara yang digagas oleh Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD) ini pertama kalinya diselenggarakan.

Dalam kesempatan itu, Idris sapaan akrabnya mengarahkan agar KOOD lebih sering menyelenggarakan kegiatan-kegiatan serupa, mengangkat budaya sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergup) Jawa Barat No 5 Tahun 2003.

Menurut Idris, pada Pergub tersebut ada tiga etnis dan suku yang merupakan masuk dalam budaya wilayah Jawa Barat, yakni Parahiyangan atau Pasundan, Cirebonan dan Melayu Depok.

Dari tiga etnis inilah diarahkan untuk mengembangkan berbagai jenis seninya termasuk bahasa, saat ini yang sudah berjalan adalah bahasa Sunda, ini muatan lokal yang sudah lama, dan Cirebonan sejak tahun 2003 sudah mengajarkan bahasa Cirebon di sekolah sekolah, untuk anak didiknya, yang telah diajarkan diDepok.

“Apresiasi atas inisiasi serta karya perdananya dari KOOD diperiode tahun ini yang telah membuat kamus bahasa Depok, hal ini telah menghidupkan kembali bahasa Emak Babah”, kata Idris.

Selain itu lanjut Idris, ini juga bagian menghidupkan kembali jenis budaya orang depok, yaitu guyub, rukun dan harmoni . Maka yang diangkat adalah bagaimana kita mengenalkan kembali lebaran orang Depok dahulu.

Antara lain adalah budaya rantangan yang telah lama menghilang siera Milenial ini . Jadi pada kegiatan lebaran Depok saat ini, kebudayaam yang diangkat oleh KOOD.

“Kami pihak terudang mengucpkan ribuan Trima kasih dan kami akan suporter bila Memeng ini bisa membawa pelestarian bahkan pengembangan budaya orang-orang Depok”,papar Idris.

Sementara Nina Susana Sekretaris KOOD menuturkan, Saat ini kita dalam tahap gebyar. organisasi KOOD kembali hadir untuk mengenalkan kembali kultur dan budaya Depok itu sendiri

Karena Depok tidak lepas dari budaya Betawi dan bagian dari Betawi . Ini tanggung jawab kita kedepannya bagaimana kita bisa bersinergi dengan pemerintah, untuk mengembangkan dan mengenalkan kembali budaya – budaya Depok , ungkap Nina. (Herlina/dris)