Problematika Pergerakan Mahasiswa

0

Oleh : Ahmad Farhan

Jika Bergerak menjadi problem, Apakah mahasiswa Harus diam?
“ Beri aku 1000 orangtua maka akan ku cabut semeru dari akarnya, beri aku 10 Pemuda, maka akan ku guncangka dunia” – Soekarno

Mahasiswa adalah salah satu asset dalam sebuah Negara, mahasiswa menjadi penetral ketika pemerintah dan masyarakat tak saling bersinergi, mahasiswa menjadi alarm ketika pemerintah lalay, mahasiswa mendemo pemerintnah ketika terjadi kekeliaruan dalam menjalankan tugas, menagih janji pemerintah, penyalur aspirasi masyaarakat, itu yang seharusnya terjadi, Karena mereka bagian dari masyarakat.

Bahkan Hasan al bana, seorang pemikir islam pun mengatakan bahwa pemuda adalah salah satu pilar kebangkitan, dalam fikrahnya pemuda adalah pengibar panji-panjinya.

Namun nyatanya ketika sebagian mahasiswa demo ketika mahasiswa bergerak, justru pemerintah malah bersikap seolah-olah mahasiswa yang salah, mengacau kan pemerintahan, padahal mereka hanya menyampaikan pesan-pesan dari segenap rakyat yang kurang diperhatikan.

Hal tersebut mungkin menjadi salah satu factor kemunduran mahasiswa dalam bergerak padahal seharusnya mereka menjadi agent of change, agent of control. Kekutan seperti itu sekarang mengalami kemunduran,, jika hal tersebut terus saja terjadi maka mahasiswa yang menjadi asset Negara akan menjadi kerugian bagi negaranya sendiri, bagaimana pun dinamika gerakan mahasiswa lah yang harus nya menyadarkan pemerintah karena banyak diantara mereka yang merasakan kekejaman kuasa tirani.

Selain karena kurangnya dukunngan dari pemerintah, banyak diantaranya yang menajdi factor-faktor mahasiswa dalam bergerak menyerukan panji kebenaran, Factor factor lain yang menyelimuti kemunduran atau menjadi problematika mahasiswa dalam bergerak antara lain.

Terjebak dalam romantisme percintaan masa kuliah,
Kurangnya wawasan dan kesadaran dalam membela negaranya, sehingga acuh terhadap masalah seperti ini
Factor malas, salah pergaulan, dll.

Indonesia, 2019 ini dihadapkan pada permasalahan politik, Mahasiswa sebagai agent of change harusnya bisa menempatkan diri pada posisi benar, dan harusnya bisa mengerti tentang kemajuan dan nasib negerinya dengan cara tidak takut bergerak demi kebenaran, jika mahasiswanya kurang bergerak, kurang memantau maka siapa kah yang akan meneruskan negerinya sendiri?

Bukankah pemuda mereka yang sekarang duduk di bangku kuliah yang nantinya akan menjadi penerus bangsa? Lantas jika mahasiswa tidak bergerak di masa kini, lantas kapan mereka harus ikut andil? Miris memang!

Lantas apa yang harus dilakukan?
Kini kita dihadapkan pada hasil dari pada proses penghancuran, atau kontra revolusi gerakan politik, maka mahasiswa harus berpintar pintar, menggali potensi sebanyak-banyaknya, berwawasan, mereka harus berani bertindak. Jangan sampai mereka hanya diam saja, padahal negerinya sedang tidak baik-baik saja.