Pura Mangkunegaran Solo Akan Adakan Kirab Jamasan Pusaka dan Tapa Bisu

0

JAKARTA, Sketsaonline.com –
Keraton megah Mangkunegaran, Solo, yang disebut sebagai Pura Mangkunegaran akan menggelar acara Kirab malam pergantian tahun Islam atau akrab disebut malam 1 Suro, pada Sabtu 31/08 nanti.

Bagi masyarakat Jawa, kegiatan malam satu Suro sudah ada dan berlangsung sejak berabad-abad lamanya. Dalam menyambut malam tahun baru Jawa atau bulan Suro, tidak lepas dengan kegiatan-kegiatan dalam upaya untuk introspeksi diri.

“Ini instropeksi diri yang dikaitkan dengan perbuatan-perbuatan yang telah lalu, dengan tujuan untuk memahami makna  tahun baru Jawa, yang pada akhirnya dikembalikan kepada diri kita sebagai pencipta budaya yang dilakukan secara turun temurun,” kata Joko Pramudya, Humas Pura Mangkunegaran, Rabu (29/08).

Menjelang pelaksanaan kirab, kata Joko, berbagai acara tradisi pun sudah disiapkan. Kirab malam satu suro di Mangkunegaran akan digelar Sabtu malam (31/08) mulai pukul 19.00 WIB.

Dijelaskan, Pura Mangkunegaran akan mengeluarkan pusaka-pusaka karya cipta leluhur untuk Jamasan.

“Kirab Pusaka ini tidak hanya sekedar parade untuk bersenang senang, namun merupakan kegiatan yang penuh dengan makna, diantaranya didalam kirab Pusaka ini,” ungkap Joko.

Selain itu, seluruh peserta tidak boleh melakukan pembicaraan atau disebut dengan “Tapa Bisu”. Dimaksudkan sebagai pencegahan untuk pengendalian atau mengkontrol pembicaraan yang berawal dari mulut agar tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain.

Juga pada saat kirab tidak diperbolehkan menggunakan Cenela atau Selop alas kaki, sebagai makna bahwa manusia selalu berhubungan dengan bumi atau duniawi dan “manembah” kepada Yang Kuasa dalam keadaan suci.

“Di balik tradisi tapa bisu tersebut memiliki makna yang baik. Tapa bisu nanti akan berjalan bersama dengan kirab dan diiringi “Semaan” dengan membaca Al-Quran di Masjid Al Wustho, Mangkunegaran,” jelas Joko.

Proses tahapan pelaksanaan Kirab Jamasan Pusaka dan Tapa Bisu itu, seperti diungkapkan Joko, Pura Mangkunegaran akan mengeluarkan empat pusaka dari tempat Kyai yang nantinya akan dikirab.

Rute yang akan dilalui, setelah keluar dari Pura Mangkunegaran, kemudian mengelilingi benteng, terus ke Jl.Ronggowarsito, Jl.Kartini, Jl.R.M. Said, Jl.Teuku Umar, dan kembali ke Jl.Ronggowarsito lalu masuk kembali ke Mangkunegaran.

“Pada saat kirab berlangsung, ada do’a-do’a jadi intinya budaya dengan agama itu selalu berdampingan, selalu mengisi jadi satu. Budaya itu sebenarnya kan hanya ilustrasi semacam ajaran-ajaran nenek moyang leluhur kita.” jelas Joko.

Dalam pesan yang disampaikan, Joko mengatakan bahwa Kirab Jamasan Pusaka Pura Mangkunegaran 1 Suro nanti masyarakat umum dipersilahkan jika hendak bergabung.

“Tentunya dengan memenuhi syarat dan mengikuti aturannya,” jelas Joko.

Totok. H