Tempati Lahan Kemenag, Bangunan dan Pohon Jati di Cisalak Depok Ditertibkan

0
Penertiban bangunan dan pohon Jati di lahan milik Kemenag di Cisalak Depok. (Foto: Boy)

DEPOK – Sejumlah bangunan dan pohon jati yang berdiri di lahan milik Kementerian Agama (Kemenag) RI atau lahan bekas RRI di Cisalak, Sukmajaya, Depok, Kamis (07/11/2019) ditertibkan.

Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda R mengatakan, penertiban terhadap sejumlah bangunan dan pohon jati di lahan yang nantinya akan dibangun kompleks Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) sudah sesuai prosedur yang berlaku.

Menurut dia, pihaknya sudah berulang kali melakukan mediasi dan berdialog. Bahkan memberikan surat peringatan hingga 3 kali kepada puluhan pemilik bangunan di lahan garapan tersebut.

“Kami sudah memberikan surat peringatan sebanyak tiga kali selain menjelaskan masalah ganti rugi ditangani pihak Kementerian Agama (Kemenag) selaku pembangun Kampus UII,” ujarnya saat dikonfirmasi di lokasi pembangunan Kampus UIII di Lahan RRI, Sukamajaya, Depok, Kamis (07/11/2019).

Linda menjelaskan, pada penertiban tahap pertama tersebut, ada 4 bangunan dan 12 bidang tanah yang ditanami pohon jati dirubuhkan atau dibongkar.

“Masih ada nanti bangunan dan tanah yang akan kami tertibkan. Kegiatan ini kami laksanakan selama tujuh hari terhitung dari hari ini,” katanya.

Penertiban bangunan dan pohon Jati di lahan milik Kemenag di Cisalak Depok

Sementara itu, Karo Umum Kementerian Agama Republik Indonesia, Syafrijal mengatakan, penertiban terhadap warga tersebut sudah melalui prosedur yang telah ditetapkan. Sebab para warga sudah diberikan uang kerohiman.

“Jadi perlu diketahui penertiban ini dilakukan tidak asal-asalan. Kami sudah memberi uang santunan kepada masyarakat dengan nominal yang berfariasi. Jadi artinya kami tetap mengedepankan kemanusiaan meski ini tanah negara,” tegasnya.

Mengenai warga yang melakukan perlawanan, Syafrijal menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan negosiasi dengan memberikan santunan. Namun warga menolak sehingga dilakukan pembongkaran.

“Tadi memang ada yang tolak dan melawan. Tapi perlu diketahui kami sebelumnya sudah memberikan santunan dan mereka menolak,” jelasnya.

Menurut dia, karena lahan tersebut merupakan proyek strategis nasional. Maka pihaknya terus melakukan pembongkaran, agar proses pembangunan Kampus UIII berjalan lancar.

“Pembangunan ini statusnya proyek strategi nasional. Jadi kami harus melakukan upaya agar pembangunan tetap berjalan,” ujarnya. (Boy)