Terindikasi Pungli Program Prona, Warga Desa Alas Tengah Ngadu Ke Gp Sakera

0

Situbondo, | Sketsaonline.com-Program Prona (Proyek perasi Nasional Agraria) berupa Sertifikat Tanah secara gratis dari pemerintah melalui BPN di Desa Alas Tengah, Kecamatan Sumber Malang, Kabupaten Situbondo hingga kini masih mangkrak.

Program dari tahun 2017 tersebut terus mendapat kecaman dari masyarakat khususnya peserta prona yang ada di Desa tersebut, selain prosesnya yang ngendap juga terindikasi terjadi Pungli dalam pendaftaran sertifikat itu.

Biaya yang seharusnya hanya Rp. 150 Ribu, untuk Patok dan materai namun warga di pungut Rp. 600 Ribu, Oleh Aparat Pemerintahan Desa. Kekeselan itulah akhirnya Warga Berbondong-bondong turun Gunung untuk mengadukan ke Lembaga Suadaya Masyarakat ( LSM ) Gp Sakera.Atas Pengaduan Warga Desa Alas Tengah Gp Sakera Mendampingi Pengaduan ke Inspektorat, Rabu, ( 11/09/19 ).

Sugianto, salah satu korban pungli Prona menuturkan, saya sangat heran dengan program sertifikat prona di desa saya ini, tidak ada pengukuran dan pemasangan patok sedangkan saya sendiri sudah bayar 600 Ribu. Saya sebagai warga Desa Alas Tengah menginginkan kejelasan pembiayaan program prona itu gratis apa bayar ?

Yang saya dengar di pembritaan yang di sampaikan Presiden Bapak Jokowi, pembuatan sertifikat prona sudah di gratiskan dan hanya membayar Administrasi biaya patok dan materai saja, Tuturnya.

Syaiful Bahri beserta rombongan warga ditemui langsung oleh sekertaris inspektur dan kasi Aparatur dan menyampaikan laporannya.

“Saya bersama warga dari desa alastengah bermaksut untuk melaporkan tentang adanya pungli prona di desa alastengah” tegas Syaful bahri

“Warga yang datang kesini semuanya siap untuk meberikan kesaksian tentang adanya dugaan pungli di desa alastengah”

“Program pembuatan sertifikat Prona ini yang mengerjakan adalah ketua BPD dengan perangkat desa. Jadi kepanitiaan itu diambil oleh mereka” jelasnya.

Sementara salah satu warga alastengah dengan raut keseriusannya menyampaikan di forum kantor inspektorat situbondo.

“Bahkan saya punya bukti berupa video saat menyetorkan uang tersebut pak. Bukti ini akan kami lampirkan bersama dengan surat pelaporan dari kami”, keluhnya.

Puguh Setijarto Sekretaris inspektorat menyarankan agar bukti berupa video dan surat laporannya segera di setorkan dan berjanji akan turun langsung ke desa alas tengah. (Hfz)