4 Pelaku Pemerasan Mengaku Anggota Polisi, Divonis Hakim Lebih Tinggi dari Tuntutan Jaksa

0

Ist
DEPOK, Sketsaonline – Terdakwa I Anwar Kurniawan alias Wawa, Terdakwa II Moh. Hendri Setiawan alias Hendri, Terdakwa III Fiarrizqi Tegar Dwi Putra, dan Terdakwa IV Muhammad Ridwan alias Ucok dijerat dengan dakwaan tunggal, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 368 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Adapun perbuatan para terdakwa dilakukan dengan cara pemerasan/pengancaman terhadap Saksi korban Hirman alias Mele dengan mengaku-ngaku sebagai Anggota Polisi Polda Metro Jaya.

Berawal pada Minggu, 03 Mei 2020 sekira pukul 14.00 wib, Terdakwa II datang ke rumah Terdakwa I di Jl. Raya Bojong Sari Baru, Bojong Sari, Kota Depok. Saat itu Terdakwa II mengatakan, “Bro cari tangkapan, bagaimana hutang kita ini harus dibayar”  lalu Terdakwa I menjawab “yah darimana bang” Selanjutnya, Terdakwa II mengajak terdakwa I ke Gardu FBR di Bojong Sari Depok untuk ngobrol.

Sekira pukul 15.00 wib, Terdakwa II dan Terdakwa I tiba di lokasi dan ternyata disitu sudah ada Terdakwa III dan Terdakwa IV. Saat di lokasi, Terdakwa I memikirkan cara untuk mendapatkan target yang bisa menghasilkan uang untuk membayar hutangnya dan hutang Terdakwa II.

Kemudian pada Senin, 04 Mei 2020 sekira pukul 02.00 wib, Terdakwa I memberitahukan kepada Terdakwa II yang sedang bersama dengan Terdakwa III dan Terdakwa IV bahwa ada target yang bisa menghasilkan uang dengan cara berpura-pura menangkap saksi Hirman alias Mele yang sedang ada masalah tentang pembelian sepeda motor.

Atas informasi itu maka, Terdakwa II langsung mengatakan “iya sudah, ini aja kita garap”. Lalu Terrdakwa II menghubungi Nur (DPO) untuk datang ke gardu FBR dengan membawa mobil karena mau menangkap saksi Hirman alias Mele.

Dengan membawa mobil sedan Honda City warna hitam Tahun 2013, sekira pukul 04.50 wib, Nur (DPO) datang ke gardu FBR untuk menemui Terdakwa II dan terdakwa lainnya.

Selanjutnya, Terdakwa II mengajak Terdakwa I dan Terdakwa IV masuk ke dalam mobil sedangkan Terdakwa III dan SANJAYA alias Jay (DPO) naik sepeda motor berboncengan mengikuti dari belakang mobil untuk melakukan penangkapan terhadap saksi Hirman alias Mele di Parung Poncol, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojong Sari, Kota Depok.

Saat berada di dalam mobil, Terdakwa I bertanya kepada Terdakwa II, “kita bilang dari mana ini Bang” lalu dijawab oleh Terdakwa II “Polda Metro”. Akhirnya, Terdakwa I sepakat.

Lalu sekira pukul 06.00 wib, Terdakwa I dan para terdakwa lainnya tiba di rumah saksi Hirman. Selanjutnya, Terdakwa I dan Terdakwa II masuk ke teras, mengketuk pintu rumah dan keluar saksi Rani Nuraeni yang merupakan istri dari saksi Hirman.

Terdakwa I meminta saksi Rani untuk membangunkan suaminya. Tak berselang lama, saksi Hirman keluar lalu Terdakwa II langsung merangkul dengan tangan kanannya dan mengatakan, “saya dari Polda Metro dan saya datang kesini sehubungan masalah motor. Kamu koperatif aja karena ada orang lain yang sudah diamankan”.

Oleh Terdakwa II, saksi Hirman langsung dibawa masuk ke dalam mobil dan duduk di jok belakang dengan posisi di tengah dan diapit kanan kiri oleh terdakwa I ANWAR KURNIAWAN Als WAWA Bin DEDI dengan terdakwa IV MUHAMMAD RIDWAN Als UCOK Bin (Alm) ANDI, sedangkan terdakwa II MOH.HENDRI SETIAWAN Als HENDRI Bin M.IRWANI duduk didepan bersama dengan sdr. NUR (DPO) yang menyetir mobil menuju kearah Cinere. Sedangkan untuk terdakwa III FIARRIZQI TEGAR DWI PUTRA Bin MARWAN dan sdr. SANJAYA Als JAY (DPO) mengikuti dari arah belakang menggunakan sepeda motor.

Meskipun perbuatan empat terdakwa dapat dikatakan cukup sadis dengan cara mengaku Anggota Kepolisian lalu menculik korban dan melakukan pemerasan, namun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ahmad Nurkhamid dituntut berupa pidana penjara selama 10 bulan.

Dalam surat tuntutan, JPU menyatakan, empat terdakwa tersebut terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan dengan maksud untuk secara melawan hukum menguntungkan diri sendiri atau orang lain, memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan supaya memberikan sesuatu barang yang seluruhnya atau sebahagian kepunyaan orang lain, atau supaya membuat hutang ataupun menghapuskan piutang”.

Namun, Majelis Hakim yang dipimpin Nugraha Medica Prakasa dengan anggota Nanang Herjunanto dan Forci Nilpa Darma berpendapat lain. Majelis Hakim menjatuhkan putusan terhadap terdakwa berbeda-beda berdasarkan peran masing-masing terdakwa.

“Menjatuhkan putusan terhadap Terdakwa I Anwar Kurniawan alias Wawa, Terdakwa III Fiarrizqi Tegar Dwi Putra, dan Terdakwa IV Muhammad Ridwan alias Ucok berupa pidana penjara selama empat tahun. Dan Terdakwa II Moh. Hendri Setiawan alias Hendri dijatuhi putusan selama lima tahun,” tutur Nugraha dalam pembacaan amar putusan dalam sidang yang digelar secara teleconference, Senin (5/10/2020), di Ruang Sidang I Cakra PN Depok. (JIMMY)