4 Perempuan Pengunjung di Rutan Depok Coba Selundupkan HP dalam Celana

0


Depok, Empat pengunjung warga binaan di Rumah Tahanan Negara klas IIB Depok, terpaksa diamankan oleh petugas Portir diruang pemeriksaan pengunjung karena mencoba menyelundupkan hand phone (HP).

Menurut keterangan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Rutan Depok Puang Dirham, ke empat perempuan tersebut mencoba selundupkan HP dengan cara saling oper saat akan membesuk temannya di Rutan Depok, Sabtu 09/03.

Saat diperiksa di ruang pemeriksaan pengunjung, ke empat perempuan tersebut, BL (18), warga Mampang Depok, Id (16), warga Pitara Depok, An (18) warga Mampang Depok, dan Ar (13) warga Pitara, Depok, terpaksa diamankan petugas setelah ketahuan membawa dua unit HP untuk diselundupkan ke dalam Rutan.

“Saat itu juga petugas langsung mengamankan ke empatnya untuk diperiksa lebih intensif karena ketahuan membawa barang terlarang,” jelas Kepala KPR Rutan Depok, Puang Dirham.

Dalam pemeriksaan keempat perempuan itu coba berbelit-belit saat ditanyakan atas pesanan siapa dua unit HP tersebut. Namun akhirnya satu nama disebutkan, atas pesanan AW alias Dendi (19), seorang warga binaan Rutan Depok.

Petugas langsung menjemput AW untuk di konfrontir dengan empat perempuan tersebut. Dari keterangan AW bahwa HP tersebut akan dijual kepada NH alias Okem (22) dan A (19). Kedua nya NH dan A, yang juga warga binaan, dikatakan sudah mentransfer sejumlah uang untuk membeli HP tersebut.

NH dan A kemudian juga dijemput petugas Rutan Depok dan keduanya mengakui jika memesan HP tersebut atas tawaran AW dengan memberikan uang panjer.

Puang Dirham sangat menyayangkan kejadian tersebut namun dia mengatakan tidak mau memberi toleransi kepada pelanggar aturan tersebut.

“Para warga binaan yang terbukti bersalah tetap dikenakan sanksi sebagai hukuman dan kepada empat perempuan muda tersebut disuruh membuat pernyataan serta dilarang membesuk dalam waktu yang ditentukan,” kata Puang Dirham.

Sementara itu Kepala Rutan Depok, Bawono Ika Sutomo, menghimbau agar para sanak keluarga yang membesuk tidak membawa barang-barang terlarang saat membesuk.
“Petugas tidak akan segan menindak setiap pelanggaran yang dilakukan,” tegas Ka.Rutan Depok, Bawono. (DOT)

Sumber : To/Humas Rudep.