Aksi Demo Menyambut HUT Kemerdekaan West Papua Berujung Ricuh

0

SORONG– aksi demo yang menuntut kemerdekaan Papua di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat ricuh saat ratusan massa yang melakukan unjuk rasa dengan mengibarkan bendera bintang kejora dibubarkan oleh aparat kepolisian.

Demo berakhir aksi brutal itu, pihak aparat kepolisian terpaksa membubarkan massa karena sudah menyalahi aturan dan mengganggu ketertiban masyarakat.

Dikutip melalui rilis berita disalah satu media sosial di Manokwari, Ketua Gerakan Cinta NKRI ( GERCIN) Papua Barat Napoleon Fakdawer menyesalkan terhapap sekelompok masyarakat Papua yang melakukan aksi demo di Kota Sorong dan Manokwari pada Jumat,27 November 2020 dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan West Papua 1 Desember

Dikatakannya Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi memberikan ruang dan hak bagi warga negara untuk menyampaikan aspirasinya,tapi perlu dipahami bahwa untuk menyampaikan itu diatur undang-undang yang harus di pahami,bahwa tidak semena – mena hal berkaitan dengan isu papua merdeka bisa diangkat dalam sebuah kampanye atau aksi demonstrasi.

” Generasi Papua harus memahami bahwa persoalan Papua merdeka itu sudah final, dan Papua resmi bagian dari negara kesatuan republik indonesia (NKRI).Seharusnya anak anak Papua menjaga kondisi daerah agar tetap aman, damai dan kondusif, apalagi Indonesia saat ini masih menghadapi pandemi COVID -19,dan menjelang Pilkada 9 Desember 2020.

Dari pantauan dilokasi aksi demo yang berujung ricuh yang terjadi Jumat (27/11/2020) akhirnya dibubarkan aparat kepolisian dan TNI karena sudah mengarah ke tindakan kriminal.

Tindakan anarkis yang dilakukan pendemo dengan mengibarkan bendera bintang kejora dan melawan petugas dengan alat katapel, akhirnya dibubarkan aparat keamanan dengan menembakkan peluru keatas sebagai peringatan agar membubarkan diri dan menyomprotkan gas air mata.

Akibat aksi katapel yang dilakukan massa,satu wartawan bernama Olha Irianti Mulalinda terkena batu katapel di bagian bawa mata. Saat itupula rekan rekan wartawan lainnya yang melakukan peliputan melarikannya ke rumah sakit terdekat.

Hasil pemeriksaan dokter oknum wartawan tidak mengalami luka seriis hanya batu katapel mengenai kaca mata.

” Untung percikan kaca mata tidak masuk kekelopak mata.Kalau masuk bisa fatal mengakibatkan buta,” ujar tim medis yang menanganinya.

Saat itupula oknum wartawan di perbolehkan pulang (joharman silaen)