Akuntansi Dan Perusahaan Jasa

0

Oleh : Intan Dwi Lestari Mahasiswa STEI SEBI

Akutansi diambil dari bahasa Inggris yaitu Accounting yang berasal dari kata to account yang artinya adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Jadi, pengertian akuntansi adalah proses identifikasi, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi, dengan tujuan memungkinkan dengan adanya penilaian dan keputusan yang tegas dan jelas bagi para pengguna informasi akuntansi tersebut.

Pengguna informasi akuntansi ini dibagi menjadi dua, yaitu Pihak internal dan pihak eksternal. Contoh Dari pihak internal adalah Pemerintah, Pemegang Saham, Calon Investor, Supllier dan kreditor. Sedangkan contoh dari pihak ekternal adalah Manajer Produksi, Manajer Keuangan, Manajer Pemasaran, Keuangan dan Direktur.

Dalam akuntansi, terdapat 3 bentuk badan usaha berdasarkan pada kegiatan perusahaan, yaitu perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan perusahaan manufaktur.

Perusahaan jasa adalah perusahaan yang menjual dan menawarkan pada bidang jasa yang melekat pada kehidupan sehari-hari kita, seperti Laundry, Salon dan lain sebagainya. Adapun karakteristik dari perusahaan jasa itu sendiri diantaranya:

1. Menjual jasa

Perusaahan ini hanya menjual hal-hal yang berikatan dengan jasa yang dibutuhkan oleh para konsumen.

2. Tidak Menyediakan Produk dalam bentuk fisik

Perusahaan jasa membrika produknya tidak dalam bentuk fisik, melainkan dalam bentuk yang abstrak namun dapat dirasakan manfaatnya.

3. Tidak ada Harga Pokok Penjualan.

Harga pokok penjualan atau biasa disebut dengan HPP ini digunakan untuk menggambarkan biaya langsung yang timbul dari barang yang diproduksi dan dijual dalam kegiayan bisnis. Sedangkan dalam perusaahan jasa tidak membutuhkan barang yang akan diproduksi sehingga tidak memerlukan HPP ini.

4. Produk Jasa Tidak Bisa Sama Persis Antar Konsumen.

Berbeda dengan perusahaan dagang, mereka akan memberikan produk yang sama kepada setiap konsumen nya. Sedangkan dalam perusahaan jasa, hasil produk jasa akan terasa berbeda dari konsumen satu dengan konsumen lainnya.

5. Harga Jasa tidak Dapat Dipatok General.

Setiap konsumen perusahaan jasa, memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, maka dari tiu tidak dapat disamakan secara umum kebutuhan konsumen tersebut.

Dalam pengerjaan akuntansi perusahaan jasa, terdapat suatu siklus akuntansi yang harus dikerjakan sesuai dengan tahap-tahap pengerjaanya agar menjadi laporan keuangan perusahaan jasa yang baik, dan valid.

Siklus akuntansi adalah proses penyusunan laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterima. Informasi akuntansi dapat dihasilkan melalui siklus akuntansi. Adapun siklus akuntansi sebagai berikut:

Referensi:

Perusahaan Jasa: Pengertian, Karakteristik, Kelebihan dan Kekurangannya