Al-QUR’AN DAN KHASIAT PENYEMBUHAN

0

Allah Berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Isra:82).

Dr. Ahmad Al-Qadi’ (kepala komite administrasi institusi media islam untuk pendidikan dan penelitian di Amerika dan dokter konsultan klinik di Panama City,Florida) melakukan eksperimen untuk meneliti efek psiklogis dan fisiologis Al-Qur’an terhadap seseorang. Eksperimen tersebut melalui dua tahap, yaitu tahap pertama dengan bertujuan membuktikan Al-Qur’an memiliki efek terhadap fungsi-fungsi tubuh dan mengukur seberapa besar efeknya.

Hasilnya, 97% dari subjek penelitian(ada yang muslim dan ada yang non-muslim, ada yang bisa berbahasa araba da yang tidak bisa berbahasa arab)menunjukan perubahan fungsional yang terlihat dari adanya perubahan atas ketegangan saraf, hinggga dapat menyebabkan penurunan fungsi tubuh sehingga terjadi ketidak seimbangan fungsi internal. Sebab Al-Qur’an mempunyai efek menenangkan ketegangan yang dapat menguatkan sistem kekebalan sehingga tubuh dapat menolak penyakit. Eksperimen tersebut direkam menggunakan peralatan elektronik canggih yang dihubungkan dengan computer, untuk mengukur perubahan-perubahan fisiologis dalam tubuh.

Tahap kedua yaitu, bertujuan untuk menegaskan apakah efek menenangkan dan perubahan fisiologis yang diakibatkan memang murni dari ayat-ayat Al-Qur’an, hasilnya adalahefek menenangkan Al-Qur’an adalah 56% dan efek menenangkan bacaan mirip Al-Qur’an adalah 53%. Hasil-hasil ini disampaikan dalam konferensi tahunan ke-17 Asosiasi Kedokteran di St. Louis, Missouri.

Piranti yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah peralatan,peralatan yang digunakan untuk mengukur ketegangan saraf disambungkan pada sebuah computer Medec 2000. Peralatan ini mengukur reaksi yang mengindikasikan ketegangan dalam dua cara, Pertama yaitu tes psikologi melalui computer dan cara kedua yaitu mengamati dan mengukur perubahan-perubahan fisiologis dalam tubuh.

Sistem peralatan tersebut meliputi komponen-komnen yaitu, sebuah program computer untuk menjalani tes psikologis; sebuah computer Apple 2 E yang dilengkapi dengan dua mobile disk drive, layar dan printer; perangkat pengukuran elektronik dengan 4 saluran, dua saluran untuk mengukur arus listrik dalam otot, satu saluran untuk mengukur denyut listrik yang melewati kulit dan satu saluran untuk mengukur laju sirkulasi darah dalam tubuh, jumlah detak janutng, dan suhu kulit.

Piranti kedua adalah, metode penelitian, 210 eksperimen dilakukan pada lima sukarelawaqn penelitian, tiga laki-laki dan dua perempuan dengan rentang usia antara 17-40 tahun dengan rata-rata usia 22 tahun. Semua relawan dalah non-muslim yang tidak mengerti Bahasa arab. Eksperimen dilakukan dalam 42 sesi, dengan 5 eksperimen pada tiap-tiap sesi, sehingga jumlah eksperimennya adalah 210.

Pertama, ayat Al-Qur’an dalam bahsa arab diperdengarkan kepada para sukarelawan dalam 85 sesi, sedangkan materi berbahasa arab bukan Al-Qur’an diperdengarkan kepada sukarelawan dan diupayakan agar materi bukan Al-Qur’an terkesan identic dengan ayat-ayat Al-Qur’an, baik dalam bunyi, pelafalan, dan bagaimana terdengar ditelinga. Para suka relawan tidak mendengarkan pembacaan apapun dalam 40 sesi yang lain. Tetapi, selama sesi hening tersebut para sukarelawan duduk santai dengan mata tertutup.

Pembacaan materi berbahasa arab bukan Al-Qur’an bertujuan mencari tau apakah al-quran memiliki efek psikologis terhadap orang yang tidak bisa memahami maknanya. Adapun eksperimen dimana para sukarelawan tidak mendengarkan apapun bertujuan untuk mencari tau apakah efek fisiologis dari hasil duduk dilingkungan yang nyaman dengan mata tertutup yang hasilnya ternyata adalah tidak menghasilkan efek menenangkan ketegangan.

Yang ketiga adalah hasileksperimen menunjukan hasil positif 65% ketika menggunakan bacaan Al-Qur’an. Ini ditandai dengan voltase otot yang lebih rendah dalam eksperimen. Ini menunjukan bacaan Al-Qur’an memiliki efek menenangkan ketegangan. Adapun efek ini hanya muncul 33% pada eksperimen yang menggunakann bacaan mirip Al-Qur’an. Meskipun urutan pembacaan diubah-ubah.

Yang keempat adalah pembahasan dan kesimpulan eksperimen, hasil eksperimen menunjukan bahwa Al-Qur’an memiliki efek positif dalam menurunkan ketegangan. Efek tersebut tampak dalam bentuk perubahan arus listrik pada kulit, perubahan kemampuan kulit untuk menghantar listrik, peerubahan dalam sirkulasi darah yang disertai perubahan kecepatan detak jantung dan volume darah dalam kulit serta perubahan suhu kulit.

Sumber: Yusuf Al-Hajj Ahmad.2016.Panduan Pengobatan Islami.Solo:Aqwam

Oleh : Wafa Raihany Salam
NIM : 41802025
Asal Kampus : STEI SEBI