Andika Surachman Tak Hadir di Persidangan, Kajari Depok Dianggap Tak Komitmen

0

DEPOK – Atas ketidakhadiran Andika Surachman dalam sidang lanjutan gugatan perdata penyitaan aset First Travel di Pengadilan Negeri (PN) Depok, jemaah First Travel mempertanyakan komitmen Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok Sufari, yang sebelumnya berjanji memfasilitasi agar Andika Surachman bisa hadir di persidangan.

Kuasa Hukum Jemaah First Travel dari Advokad Pro Rakyat Riesqi Rahmadiansyah menjelaskan, agenda sidang hari ini masih pemanggilan Andika tapi tidak hadir di persidangan sehingga sidang kembali ditunda.

“Kami cukup kecewa. Kemarin Kajari Depok berjanji kepada jamaah akan menghadirkan tergugat (Andika Surachman) di persidangan. Namun kenyataannya, Kajari Depok tidak komitmen,” ujar Riesqi kepada wartawan, Rabu (27/3/2019).

Riesqi menambahkan, ini bukan masalah tergugat tidak ingin didampingi Pengacara sehingga tak bisa hadir di persidangan. Masalahnya, Andika ingin menjelaskan kepada jemaah secara langsung karena kalau kita menemui Andika di Rutan, tidak boleh lebih dari 10 orang karena terbatas.

“Andika ingin menyampaikan langsung kepada jemaah di ruang sidang yang dibuka dan terbuka untuk umum ini. Ia ingin menyampaikan bahwa gugatan ini memang masuk akal dan dia ingin memberangkatkan jemaah gitu loh,” imbuhnya.

Tapi dengan tidak hadirnya Tergugat di persidangan, lanjut Riesqi, notabenenya ini tahanan yang menjadi Tergugat jadi dalam hal ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok yakni Kajari telah mencederai pernyataannya sendiri.

“Tidak hadirnya Andika selaku Tergugat di Persidangan, dapat dikatakan Kajari Depok sudah mencederai statementnya sendiri gitu loh. Beliau minggu lalu berjanji kepada jemaah akan menghadirkan Andika akan tetapi, komitmennya tidak bisa dipegang,” tuturnya.

Jadi menurut kami, masih katanya, kalau Tergugat sudah melepas hak jawabnya berarti sekarang bagaimana caranya kita mengambil aset First Travel dari sebelah (Kejari) dan jemaah siap mengambil aset tersebut.

“Kita bingung bahasa hukum apa lagi yang bisa kita gunakan untuk menghadirkan Tergugat. Tutuplah kitab-kitab hukum acara semua. Ini menyangkut puluhan ribu jemaah. Hukum itu diciptakan untuk keadilan banyak orang bukannya mencederai banyak orang,” pungkasnya.
( jim )