Antusias Warga Kel. Tenggarang Nampak Saat Terima Dana Kelurahan

0

Bondowoso| Sjetsaonline. com – Sebanyak 8.122 Kelurahan mendapat dana alokasi umum (DAU) tambahan. Pemerintah telah menganggarkan Rp 3 triliun untuk kelurahan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 berupa Dana Desa.

Adapun salah satu Kelurahan yang kecipratan Dana Desa yaitu Kel. Tenggarang Kec. Tenggarang, dengan nominal kisaran Rp. 1 Milyart, bahkan tak sedikit Warga Kel. Tenggarang nampak antusias mendapat kucuran dari Dana APBN 2019 tersebut.

Yuliati salah satu Warga Rt. 28 Rw. 10 Kel. Tenggarang, ia mengapresiasi adanya program Pemerintah Kelurahan berupa pelatihan menjahit sekaligus memberian alat Mesin Jahit, dari Dana Kelurahan, sebanyak 30 peserta, ” Kali ini pelaksanaan kursus menjahit itu langsung dilaksanakan di Kelurahan, sehingga warga Kelurahan sendiri tidak jauh-jauh harus ke kota,” Jelas Yuli.

Yuli berharap dengan kursus menjahit itu Warga punya keterampilan, baik untuk keluarga maupun untuk dibisniskan sebagai jasa tukang jahit. ” oleh karenanya Kami sangat mengapresiasi program dari Pemkel yang mengedepankan pemberdayaan. ” Tuturnya.

Senada dengan yang dikatakan oleh Kepala Kelurahan Tenggarang yakni ” Jamik, S, P. Keberadaan Dakel sangat diperlukan Masyarakat, mengingat sejauh ini, bantuan untuk kegiatan pemberdayaan Masyarakat di tiap Kelurahan begitu minim, ” Sehingga sedikit banyak menghambat program pembangunan yang menyasar daerah pinggiran namun melalui Dakel ini pembangunan akan menyentuh semua daerah sekalipun yang terpencil. ” Kata Jamik Kamis ( 22/08 ).

Lurah yang sudah 8 tahun menjabat ini juga menuturkan kalau selama ini memang kami sangat terkendala soal anggaran dalam membantu usaha kecil Masyarakat, ” Makanya ketika ada kabar Dana Kelurahan untuk masing masing Kelurahan, kami sangat antusias, ” Ujarnya.

Ia juga menyebut, banyak potensi yang bisa dikembangkan masyarakat dilingkup kelurahan, salah satunya industri pengolahan makanan ringan berupa kripik pisang serta asesoris berupa manik – manik akibat terkendala permodalan, ” Dan promosi usaha tersebut seringkali timbul dan tenggelam, padahal kalau bisa dikelola dengan serius, bukan mustahil jadi pemasukan bagi masyarakat dan Hom Industri Rumahan. ” Imbuh Jamik.

Sementara itu, Ketua Pokmas Dakel Tenggarang mengungkapkan, bahwa sebenarnya industri olahan masyarakat banyak yang bagus, namun sayangnya tidak didukung dengan permodalan, sehingga tak jarang yang bangkrut.

” Ditambahkan, dengan adanya Dakel untuk tiap kelurahan salah satu tujuannya dapat mensejahterakan masyarakat dan saat ini pihak Kelurahan sudah mulai pencairan sembari mempelajari tentang petunjuk teknis penyerapan anggaran. ” Tukasnya. dan berjanji pihalnya akan berhati – hati dalam mengelola dan menggunakan Dana Kelurahan tersebut. (Bam” S)