Baca Ini Agar Kamu Memahami Betapa Pentingnya Saling Menyayangi

0

Di zaman sekarang ini, pola hidup manusia mulai berubah. Kebudayaan-kebudayaan lokal sudah mulai tergeserkan. Bahkan ajaran-ajaran moral yang telah ada sejak dulu kala kini kian terhapuskan. Seperti kebiasaan tegur sapa, gotong royong dalam pekerjaan, hingga peduli dengan orang-orang disekitar, sekarang ini mulai luntur. Orang-orang seakan acuh tak acuh terhadap apa yang terjadi disekitarnya.

Padahal pada hakikatnya manusia tidak bisa hidup sendiri, manusia merupakan makhluk yang saling bergantung satu sama lain ini, ini berarti manusia merupakan makhluk sosial. Menurut Muhammad Zuhri, Makhluk sosial adalah makhluk yang tidak akan sanggup hidup sendiri, selalu bergantung pada orang lain dan apa yang dibutuhkannya dalam hidup juga dibutuhkan pula oleh orang lain.

Sebagai seorang muslim, kita juga memiliki kewajiban terhadap muslim lainnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya :

“Hak seorang muslim terhadap sorang muslim ada enam perkara. Lalu beliau ditanya:Apa yang enam perkara itu, ya Rasulullah?Jawab Beliau : Bila engkau bertemu dengannya ucapkanlah salam kepadanya. Bila mengundangmu, penuhilah undangannya. Bila dia meminta nasehat kepadamu, berilah dia nasehat. Bila dia bersin lalu membaca tahmid, doakanlah semoga dia beroleh rahmat. Bila dia sakit, kunjungilah dia. Dan bila dia meninggal, ikutlah mengantar jenazahnya ke kubur.” (HR. Muslim)

Akhir-akhir ini Indonesia dilanda banyak musibah, mulai dari gempa Lombok, gempa Palu, tsunami banten, banjir bandang di Makassar, dan musibah lainnya yang menimpa negeri kita ini. Kerusakan-kerusakan yag terjadi di negeri ini juga merupakan hasil tangan manusia. Karena ketidakpedulian manusia terhadap lingkungan sekitar seperti eksploitasi misalnya. Eksploitasi Sumber Daya Alam sekarang ini bukan hanya untuk kebutuhan bersama, tapi juga demi meraup keuntungan sebesar-besarnya. Karena sifat egoisnya, maka manusia yang lain pun harus menanggung akibatnya.

Seharusnya dengan datangnya musibah di negeri kita ini, kita semua saling merangkul satu sama lain, saling melindungi dan juga saling mendoakan. Allah Subhahu Wa Ta’ala berfirman, yang artinya :

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman, Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr : 10)

Kewajiban kita sebagai seorang muslim adalah mendoakan muslim yang lainnya. Seperti Nabi Musa berdoa disurah Al-A’raf, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya :

“Dia (Musa) berdoa, “ Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang dari semua Penyayang.” (QS. Al-A’raf : 151)

Diambil dari buku “Hikmah Di Balik Musibah Bagi Hamba yang Bertauhid”, Syaikh Abdul Aziz bin Baz ra. Memberi nasihat, beliau berkata:

“Kewajian ketika terjadi GEMPA BUMI dan lainnya semisal gerhana, angin kuat, banjir, yaitu menyegerakan taubat, merendahkan diri kepada-Nya, meminta afiyah atau keselamatan, memperbanyak dzikir dan ISTIGHFAR… DISUNNAHKAN menyayangi orang fakir dan miskin dan bersedekah kepada mereka… Diriwayatkan bahwa khalifah umar bin Abdul Aziz KETIKA TERJADI GEMPA beliau menulis surat kepada bawahannya agar MEMPERBANYAK SEDEKAH” (Majmu’ Fatawa 150/152-9)

Beliau membawakan dalil agar saling menyayangi yaitu hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, yang artinya :

“Orang yang menebar kasih sayang akan disayang oleh Allah Yang Maha Penyayang. Sayangilah yang di muka bumi, kalian pasti akan disayangi oleh Allah yang berada di atas langit” (HR. Tirmidzi)

Selain hadits di atas, dalam hadits lain juga disebutkan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya :

“Orang yang tidak memiliki kasih sayang, pasti tidak akan disayang” (Adabul Mufrad no. 5538)

Saling menyayangi merupakan kewajiban seorang muslim kepada muslim lainnya. Maka kita harus saling menyayangi satu sama lain. Karena jika kita saling menyayangi maka Allah juga pasti akan menyayangi kita. Jika Allah menyayangi kita, maka Dia akan senantiasa memberikan kita nikmat-Nya dan mengangkat musibah yang ditimpakan kepada kita. Dan semoga Allah menggantikannya dengan ketenangan dan kemakmuran.

oleh : Putri Alifa Tsamara Qolbina, mahasiswi semester 1 dari STEI SEBI

REFERENSI
Judul Buku : Hikmah Di Balik Musiah Bagi Hamba yang Bertauhid
Penulis : Tim Indonesia Bertauhid
Tebal Buku : 40 halaman
Penerbit : Indonesia Bertauhid