Bank Syariah, salah satu solusi ditengah pandemi!

0

Oleh : Uswatun Hasanah (Mahasiswa STEI SEBI)

Pandemi Covid-19 yang terjadi di tahun ini membuat banyak kalangan terdampak, baik dalam sekala kecil hingga besar, mulai dari sektor pendidikan, Industri sampai perekonomian terutama bidang keuangan.

Dalam sektor perekonomian banyak sekali kalangan yang terdampak, terutama para pelaku UMKM dan Masyarakat menengah kebawah. menurut kemenkop UKM ada sekitar 37.000 UMKM yang memberikan laporan bahwa mereka terdampak serius dengan adanya pandemi ini, ditandai dengan 56% terjadi penurunan penjualan, 22% permasalahan Aspek Pembiayaan, 15% permasalahan distribusi barang dan sisanya terkait permasalahan kesulitan mendapat bahan baku mentah. (Jurnal : Covid-19 dan implikasi bagi UMKM, universitas katolik parahyangan)

Selain itu, dalam sektor keuangan pun Komite stabilitas keuangan (KSSK) menyatakan, status stabilitas sistem keuangan pada kuartal I-2020 adalah waspada. Mentri keuangan, sri mulyani pun menyatakan, sampai maret 2020 terjadi gejolak yang sangat tinggi dan volatilitas keuangan dalam situasi yang meningkat kewaspadaannya. Yang terlihat dari pergerakan nilai tukar rupiah yang merosot sampai hampir kearea 17ribu perdolar Amerika Serikat (AS). Kemudian, aliran modal asing yang terus keluar dan indeks harga saham gabungan yang anjlok dibawah level 5.000. (dilansir dari artikel pada laman CNBC Indonesia)

Pada sektor perbankan, covid-19 sangat memberi dampak. Penyaluran Kredit rakyat menjadi salah satu core bisnis yang bertahan karena ketidak pastian an anjloknya aktivitas ekonomi yang berdampak pada perputaran uang. Salah satu langkah nya adalah dengan restrurisasi pembiayaan nasabah agar kredit tetap lancar.

Berdasarkan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang di kutip di tirto.id, sejumlah bank merasakan tekanan dari pandemi covid-19. Bank Buku 3 Maybank misalnya, imbasnya perusahaan melakukan pembatasan operasional dalam masa kurang dari 3 bulan. (dilansir dari laman tirto, id)

Namun, jika dilihat dari kondisi sekarang, sebanarnya kondisi ini seperti pernah terjadi pada krisis moneter tahun 1998 yang membuat beberapa sektor terdampak, terutama sektor keuangan yang membuat beberapa bank mengalami penurunan bahkan sampai istilahnya gulung tikar karena tidak dapat survive di tengah kondisi krisis.

Salah satu penyebab banyak perbankan yang mengalami kondisi failed saat itu adalah kondisi kepanikan masyarakat terhadap uang mereka karena propgram IMF 1997 yang mengharuskan Bank Indonesia (BI) harus menutup 16 Bank gagal, dan hal tersebut membuat para investor dan nasabah menarik besar besaran uangnya dalam perbankan, akibatnya banyak kewajiban perbankan yang tidak dapat diatasi seperti membayar bunga investor hal ini akhirnya menyebab bank beberapa bank failed sampai menjuat aset aset mereka karena tidak tidak ada suntikan dana dari Bank Indonesia. (dilansir dari m.bisnis.com)

Namun, dalam kondisi perbankan yang mengalami krisis moneter ada hal unik lain yang terjadi, yaitu perbankan syariah yang dapat survive ditengah kondisi itu. Hal tersebut salah satu nya karena dalam prinsip perbankan syariah tidak dikenal konsep Bunga Uang (Interest) dan untuk tujuan komersial islam tidak mengenal peminjaman uang akan tetapi dalam konsep kemitraan kerjasama (Akad Mudharabah dan Musyarakah) dengan prinsip bagi hasiil. Sedang untuk peminjaman uang hanya memungkinkan untuk tujuan sosial tanpa adanya imbalan.

Melalui prinsip-prinsipnya bank syariah bergerak dan terus survive dalam kondisi kondisi sulit sekalipun. Hal ini membuat kalangan terus mengkaji terhadap perbankan syariah

Nah Hal ini bisa juga di jadikan salah satu pedoman agar Bank syariah bisa berperan dimasa Pandemi Covid-19 seperti sekarang. Seperti Memberikan kerjasama kepada UMKM yang terdampak, dengan menggunakan akad akad yang sesuai, selain itu juga bisa menyalurkan dana dana hibah yang dikumpulkan dari sejumlah investor yang saat pandemi masih berkecukupan harta, juga bisa bekerja sama dengan Lembaga Zakat dan Wakaf yang ada di Indonesia untuk Menggalang donasi untuk membantu kebutuhan di era covid-19 ini.

Yuk, saling membantu untuk menjadikan indonesia kuat.