Bansos Tunai di Desa Seletreng Situbondo diduga ada Pemotongan Oleh Oknum Keluarga Kadus, ‘Itu Tidak Benar’

0

Situbondo, | Sketsaonline.com-Program bantuan sosial tunai (BST) sejumlah Rp. 600.000 di Desa Seletreng, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo.

Yang diberitakan oleh salah satu Media Online yang diduga melakukan pemomotongan sejumlah Rp.50.000 oleh salah satu keluarga kepala dusun desa seletreng bantah ada pungutan, bahwa itu tidak benar adanya.

Dengan adanya berita tersebut Tim S-One ( Suara Satu ) Langsung turun kelapangan untuk mengkonsfirmasi terkait adanya pungutan atau pemotongan program bantuan BST tersebut, Sabtu, ( 06/06/2020 ).

Santoso salah satu warga Rt 05/Rw 05, dusun kajar, desa seletreng yang menerima program bantuan BST, mengatakan kepada awak media Sketsa Online ” Sebelumnya saya banyak banyak berterima kasih kepada pemerintah yg membantu beban warga, dengan adanya pandemi Covid 19 kami sangat sulit untuk mencukupi kebutuhan sehari hari, dengan adanya program BST ini sangat membantu sekali. Dan terkait dengan adanya pembritaan itu yang mengatakan ada pemotongan 50.000 dari bantuan Program BST sebesar Rp.600.000,itu tidak benar, tidak ada pemotongan sepeserpun, Ucapnya.

Senada juga disampaikan santini warga Rt 06/Rw 05, dusun salasaan,desa seletreng yang juga menerima program bantuan BST, juga mengatakan ” dua minggu yang lalu saya juga menerima bantuan 600.000, untuk soal potongan yang 50.000 itu tidak benar. Saya sendiri yang menerima bantuan itu tidak ada pemotongan samasekali tetap utuh 600.000.

Ha itu juga di sampaikan Rudianto, Kasun salasaan yang merasa tidak terima dengan adanya pembritaan tersebut mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi, ” tidak benar kalau ada salah satu keluarga kasun yang meminta atau memotong uang bantuan program BST seperti yang di beritakan di media Online tersebut, setelah adanya pembritaan itu kami langsung mengumpulkan warga yang menerima bantuan BST, semua perangkat desa lainnya dan juga di hadiri kepala desa langsung, menanyakan siapa yang meminta uang bantuan tersebut, warga serentak menjawab tidak ada satu pun dari warga yang mendapatkan program batuan BST di potong.

Ia menambahkan,jika ada bukti dari saya atau perangkat desa lainya yang memungut program bantuan ini kami siap menerima sanksinya jika benar ada bukti pungutan. Ungkapnya saat di konsfirmasi awak media Sketsa Online di ruang kepala desa.

Sementara itu Kepala Desa Seletreng Taufiq Hidayat langsung ambil tindakan cepat ketika dia mengetahui adanya berita tersebut.

” Setelah saya tau berita tersebut, saya langsung ambil tindakan , puluhan warga penerima Bantuan Sosial Tunai langsung saya kumpulkan beserta ketua Rt dan kepala Dusun guna untuk mengklarifikasi adanya berita tersebut, namun tidak ada satupun warga dari penerima bantuan yang mengatakan ada pungutan yang dilakukan oleh para perangkat Desa” ujarnya.

Tambahnya lagi ” silahkan kepada warga khususnya warga seletereng , jika memang ada bukti Perangkat Desa yang melakukan pungutan dan mengambil keuntungan dari bantuan tunai sosial ini tolong laporkan kepada saya, selaku Kepala Desa saya akan memberi sanksi tegas sesuai Undang-Undang yang berlaku jika ada Perangkat Desa yang bermain-main dengan bantuan warga ini di tengah pandemi virus covid 19″, ( Hfz S-One )