Barang Bukti Narkotika Lebih Banyak, Dituntut Sri Wiyanti Lebih Ringan

0


Depok – Meskipun barang bukti Narkotika yang dihadirkan di persidangan lebih banyak bila dibandingkan dengan perkara Narkotika lainnya diduga tak digubris dalam Tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Depok, Jawa Barat.

Menunjuk, Perdi Irawan alias Perdi (34), seorang residivis perkara Narkotika, dituntut JPU Sri Wiyanti lebih ringan bila dibandingkan dengan perkara Narkotika lainnya atas nama Nurcholis Akbar alias Olis.

Perdi Irawan alias Perdi pada tahun 2017 pernah menjadi terdakwa dalam perkara Narkotika di PN Depok dengan Nomor Perkara 137/Pid.Sus/2017/PN Depok.

JPU saat itu Rizky Ika Pratiwi menuntut Perdi dengan pidana penjara selama satu. Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan penyalahgunaan Narkotika Golongan I bukan tanaman bagi diri sendiri.

Majelis yang dipimpin Oki Basuki Rachmat dengan anggota Nanang Herjunanto dan Teguh Arifianto menyatakan sependapat dengan JPU. Menyatakan Perdi bersalah melanggar Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Menjatuhkan putusan terhadap terdakwa selama 10 bulan penjara.

Meskipun Perdi pernah ditahan sebelumnya dalam kasus yang sama diduga tidak menjadi pertimbangan JPU dalam menuntut terdakwa di persidangan.

Ditambah di persidangan yang masih berlangsung, barang bukti Perdi dapat dikatakan sangat banyak, yakni berupa kristal warna putih dengan berat netto 113,1464 gram dan tiga bungkus bahan/daun dengan berat netto 32,2106 gram.

Hal itu diketahui saat JPU Sri Wiyanti membacakan surat tuntutannya yang menuntut Perdi selama 11 Tahun penjara dan denda sebesar Rp 10 Milyar subsider tiga bulan kurungan. Menurutnya, Perdi terbukti bersalah melanggar Pasal 114 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menyatakan tujuh bungkus plastik bening berisi kristal warna putih dengan berat netto 113,1464 gram, tiga bungkus bahan/daun dengan berat netto 32,2106 gram, satu buah HP Vivo type RY 63 warna hitam, satu buah HP Vivo type V 9 warna hitam dirampas untuk dimusnahkan sedangkan uang sebesar Rp 1,4 Juta disita untuk Negara,” ujar JPU Sri Wiyanti, Rabu (30/1/2019) di Ruang Sidang IV PN Depok.

Sementara perkara Narkotika lainnya atas nama Nurcholis Akbar alias Olis oleh JPU Devi Ferdiani dituntut bersalah melakukan tindak pidana memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman.

“Perbuatan Olis terbukti bersalah melanggar Pasal 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Menuntut Olis berupa pidana penjara selama 12 Tahun dan denda sebesar Rp 1,5 Milyar subsidair tiga bulan kurungan,” kata JPU Devi, Senin(21/1/2019).

Lanjut JPU Devi, menyatakan barang bukti sebanyak 24 plastik bening berisi Narkotika jenis shabu-shabu dengan berat netto keseluruhan 12,8908 gram dirampas untuk dimusnahkan.

Tuntutan Perdi bila dibanding dengan Olis dapat dikatakan lebih ringan. Padahal Perdi dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) sedangkan Olis dijerat dengan Pasal 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Begitu juga barang bukti Perdi sebanyak 113, 1464 gram shabu-shabu dan tiga bungkus ganja kering seberat 32,2106 gram sedangkan barang bukti Olis sebanyak 24 plastik bening berisi shabu-shabu seberat 12,8908 gram.

Namun, Sri Wiyanti menuntut Perdi berupa pidana penjara selama 11 Tahun dan denda sebesar Rp 10 Milyar subsidair tiga bulan kurungan sedangan Olis dituntut JPU Devi selama 12 Tahun penjara dan denda sebesar Rp 1,5 Milyar subsidair tiga bulan kurungan.
( jim )