Bawaslu Jatim Mulai Petakan TPS Rawan

0

Jatim – Bawaslu Jatim terus melakukan pemetaan kerawanan atau indikator kecurangan yang terjadi di Pilkada serentak 2018. Beberapa daerah disebut sangat rawan terhadap kecurangan.

Pemetaan yang dilakukan ini oleh Komisioner Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi mengacu kepada beberapa indikator. Diantaranya, politik uang, tidak terdistribusikan from c6 atau undangan pemilih datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan tempat pemungutan berada di dekat posko pemenangan atau rumah tim suskses.

“Bawaslu Jatim telah melakukan persiapan pemungutan dan perhitungan suara. Pemetaan dilakukan pada beberapa TPS rawan,” ujar Aang ditemui di Bawaslu Jatim, Selasa (26/6).

Untuk politik uang misalnya, hasil pemetaan yang dilakukan oleh Bawaslu telah ada wilayah TPS terbuka dapat mempengaruhi pemilih. Potensi kerawanan ini diidentifikasi dari beberapa pemilihan terakhir. Secara terperinci 243 TPS di Bojonegoro, 209 TPS Ponorogo, 174 TPS Bangkalan, 158 TPS di Malang, 104 TPS Magetan dan 90 TPS di Probolinggo. “Pengawas TPS harus fokus terhadap (temuan) ini,” ungkapnya.

Kemudian kerawanan dari indikator praktik pemberian uang atau barang pada masa kampanye. Panwas mencatat beberapa temuan wilayah yang ada praktik pemberian uang atau barang pada masa kampanye selama 15 Februari sampai 22 Juni 2018. Potensi pengulangan praktek tersebut menjelang dan saat hari pencoblosan yang harus dijadikan fokus pengawasan.

Pemetaan pada indikator ini rawan terjadi di kabupaten Bangkalan dengan 206 TPS, kabupaten Probolinggo dengan 132 TPS, kabupaten Blitar dengan 57 TPS.

Aang juga mewaspadai kemungkinan ada relawan bayaran. Pada kasus ini,  perlu ada perhatian karena sangat besar menimbulkan kerawanan politik uang. Kendati demikian, pihaknya mengaku telah menginstruksikan panwas ditiap tingakatan guna melakukan pengawasan terhadap setiap aktifitas. Baik itu sebelum, saat pemungutan dan ketika perhitungan suara.

“Pemetaan pada indikator ini rawan terjadi di kota Surabaya dengan 138 TPS ada Relawan bayaran pasangan calon diwilayah TPS, kabupaten Magetan ada 116 TPS, kabupaten Probolinggo ada 93 TPS, kabupaten Bangkalan ada 92 TPS, kabupaten Ponorogo ada 75 TPS dan kabupaten Kediri ada 68 TPS,” bebernya.

Selanjutnya, menurut Aang, ada kemungkinan kerawanan terjadi di TPS karena tidak distribusikan form C6. Pihaknya mencatat, hingga H-1 sebelum masa tenang hasil pemetaan ditemukan beberapa tempat pemungutan yang rawan. Seperti kabupaten Jember ada 364 TPS, kabupaten Jombang ada 361 TPS, kabupaten Lumajang ada 302 TPS, kabupaten Banyuwangi ada 217 TPS, kabupaten Bondowoso ada 153 TPS dan kabupaten Blitar ada 132 TPS.

Sedangkan untuk lokasi TPS sendiri yang berdekatan dengan posko atau rumah tim sukses pasangan calon, Aang menyebutkan telah dipetakan. “Pada indikator ini banyak terjadi di kota Surabaya ada 85 TPS, kabupaten Kediri 85 TPS, kabupaten Lumajang 83 TPS, kabupaten Jombang ada 74 TPS, kabupaten Bangkalan ada 62 TPS dan kabupaten Pamekasan 62 TPS,” tandasnya ( yok/ning )