Berdalih Mendapat BPNT, Oknum Perangkat Desa Tegalampel Terindikasi Lakukan Pungli

0


BONDOWOSO| Sketsaonline. com – Adanya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang nerupakan bantuan pangan dari pemerintah dan diberikan kepada KPM setiap bulannya melalui mekanisme akun elektronik serta digunakan hanya untuk membeli pangan di e-Warong KUBE PKH / pedagang bahan pangan yang bekerjasama dengan Bank HIMBARA.

Sering kali di salah gunakan oleh segelintir orang untuk melalukan pungli (Pungutan liar), bahkan program yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu tersebut terkadang dijadikan ajang untuk meraup untung.

Seperti yang terjadi di Desa Tegalampel Kec. Tegalampel, sebut saja, Ln (75) (Inisial) salah satu Warga Rt. 11 Rw. 03 Desa Tegalampel, dirinya mengaku jadi korban dugaan pungli yang dilakukan oleh salah satu oknum perangkat Desa Kaur Pembangunan, yakni Ksd (Inisial).

Kronologisnya adalah, sekitar bulan Maret 2019, Ksd mendatangi rumah Ln dan meminta uang sebesar Rp. 15 Ribu, dengan dalih bahwa Ln mendapatkan program Bpnt, namun ada kesalahan Nama pada akun elektronik dan Ktp.

” Dan ia meminta uang Rp. 15 Ribu yang menurutnya untuk biaya perbaikan kesalahan identitas yang tidak sama antara akun di Atm dan Ktp, tetapi hingga saat ini belum ada kabar baik terkait program itu padahal uang tersebut sudah Saya berikan kepada Ksd, sedangkan warga lainnya sudah menerima bantuan tersebut berupa beras dan telor. ” Tuturnya, Rabu (19/06).

Mirisnya lagi, saat jelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, kemaren, Ksd kembali mendatangi Ln dengan mudus yang sama dan kembali meminta uang sebesar Rp. 25 Ribu dengan dalih yang sama pula yaitu untuk keperluan proses Atm.

” Hingga sekarang, Akun elektronik berbentuk ATM itu belum Saya terima, padahal uang 25 Ribu yang Saya berikan kepada Ksd sangatlah berharga bagi Saya yang notabenenya Janda, apalagi jelang Lebaran yang rencananya akan Saya gunakan untuk ampau buat cucu-cuku Saya. ” Ujarnya.

hal ini menurut Dia tidak hanya terjadi pada dirinya. ” Di wilayah Rt. 11 Rw. 03 saja ada sekitar 7 Orang yang mengalami hal serupa belum lagi di dusun lainnya, banyak yang jadi korban seperti Saya, capek dah rasanya mau ngusulkan program tersebut walaupun kami tergolong RTSM. ” Kata Ln dengan nada kesel.

Terpisah Kepala Desa Tegalampel yakni Kusnanto, tidak mengetahui adanya kejadian tersebut, akan tetapi pihaknya berjanji akan segera menindaklanjuti terkait kejadian tersebut karena telah mencoreng nama baik pemerintahan Desa. ( Bam” S ).