Berpotensi Rugikan Negara, Bea Cukai Batam Gagalkan Penyeludupan Batang Kayu Teki

0
Foto : KM SP bermuatan kayu teki sebanyak 10.810 batang tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan (dok)

Batam, sketsaonline.com – Tim Patroli Laut yang terdiri dari Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam dan Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai Batam berhasil gagalkan penyelundupan 10.810 kayu teki di Perairan Pulau Jaloh Atas, Senin (28/6/21) lalu.

Hal itu disampaikan oleh Undani selaku Kepala Seksi Layanan Informasi Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Batam dalam siaran persnya, Sabtu (21/8/21).

“Telah dilakukan penindakan terhadap KM SP oleh Petugas Tim Patroli Bea dan Cukai Batam berdasarkan Surat Bukti Penindakan tertanggal 28 Juni 2021 sekira pukul 00.30 WIB di Perairan Pulau Jaloh atas,” ujar Undani.

Undani menjelaskan bahwa KM SP yang dinahkodai oleh Pria inisial “A” beserta 5 orang Anak Buah Kapal (ABK) yaitu Pria inisial “D”, “S”, “M”, “IM”, dan “U” itu diamankan oleh Tim Patroli Bea Cukai Batam karena didapati membawa ribuan kayu teki tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan.

“Setelah dilakukan pencacahan atau penghitungan terhadap barang bukti, petugas mendapati jumlah kayu teki yang diamankan sebanyak 10.810 batang,” jelas Undani.

Kasi Layanan Informasi KPU BC Batam itu memaparkan nilai barang dari 10.810 batang kayu teki diperkirakan mencapai Rp.86.480.000,- (delapan puluh enam juta, empat ratus delapan puluh ribu rupiah) dengan potensi kerugian negara ditaksir mencapai Rp.4.324.000,- (empat juta, tiga ratus dua puluh empat ribu rupiah).

“Tersangka dan barang bukti selanjutnya diserahterimakan ke Dinas Kehutanan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk proses lebih lanjut,” pungkas Undani.

Tersangka terindikasi melanggar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Pasal 12 huruf (d) jo pasal 83 huruf (a). (Js)