Bersalah Lakukan Penggelapan Dalam Jabatan, Rekanan PT. Lazada Dituntut Setahun

0

Depok – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Depok Indah Sulistio Sapto Karini menuntut karyawan perusahaan outsourching/rekanan PT. Lazada berupa pidana penjara selama satu tahun. Perbuatan terdakwa terbukti bersalah melakukan penggelapan dalam jabatan sebagaimana dalam Dakwaan Primair JPU.

Dewaji alias Aji (22) dijerat JPU dengan Dakwaan Subsidaritas, yakni Primair, Pasal 374 jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP subsidair, Pasal 372 jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Terdakwa melakukan aksinya berawal saat diangkat menjadi karyawan kontrak pada PT. Induk Fisiko yang merupakan perusahaan outsourching/rekanan PT. Lazada sesuai perjanjian kerja waktu tertentu Nomor : 001-LEI-IPI/I/2018 tanggal 01 Agustus 2016 tentang Penetapan Perjanjian Pemborongan Pekerjaan.

Terdakwa di PT. Lazada bertugas melakukan pengecekan barang-barang yang bermasalah yang selanjutnya diserahkan ke Bagian Inventori.

Sementara, mekanisme proses packing order di PT. Lazada adalah Bagian Inventori Order menyiapkan data dan barang-barang sesuai pesanan order.

Kemudian diserahkan ke Bagian Tim Outbound lalu dilakukan packing barang-barang oleh Karyawan Packer. Apabila ditemukan barang-barang bermasalah, langsung diserahkan ke Bagian Trouble Shoot.

Apabila tidak ditemukan permasalahan, dipindahkan ke Bagian Dispend lalu loading dan siap untuk dikirim ke konsumen.

Namun, dengan menggunakan akun email fiktif atas nama pemesan Bayu Rahmat alamat Perum Jatijajar Blok B1 Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Sabtu (8/9/2018) sekira pukul 12.00 wib, terdakwa memesan barang ke PT. Lazada berupa dua buah sabun cair Lifebuoy Mild Care Refill 450 ml dan satu buah Nivea Men Deodorant Fresh Active Roll On 50 ml.

Sesudahnya, terdakwa mengambil paket tersebut lalu tanpa seijin dan sepengetahuan Saksi Febri Sofyan yang mewakili PT. Lazada, paket itu oleh terdakwa dibuka dan diambil isinya kemudian diganti dengan satu unit Handphone (HP) merk Xiomi Pocophone F-1 ke dalam paket tersebut hingga akhirnya berhasil dikirim oleh kurir Grab dan diterima langsung oleh terdakwa sesuai alamat di akun email fiktif tersebut.

Aksi itu dilakukan terdakwa secara berlanjut yang membuat Saksi Deden Aldinno dan Saksi Prawoto curiga melihat gerak-gerik terdakwa sehingga mengawasi pergerakan terdakwa.

Akhirnya kedua saksi melihat terdakwa mengambil paket dari gudang dan meletakkannya di Trolley dekat gudang. Kemudian paket itu diperiksa oleh kedua saksi yang mana isinya berbeda dengan label invoice.

Maka kedua saksi melaporkan hal itu ke Team Leader/Team Packing Saksi Hendra Lesmana yang bertugas melakukan pemantauan di lapangan pada Bagian Outbound/Packing Order diantaranya termasuk Trouble Shoot yang merupakan tugas terdakwa.

Selanjutnya, Saksi Hendra Lesmana langsung melaporkannya ke Saksi Febri Sofyan selaku Supervisor. Dan langsung memerintahkan Saksi Sudirman untuk melakukan investivigasi internal.

Dari pengakuan terdakwa diketahui, sebelumnya tanpa seijin dan sepengetahuan PT. Lazada, terdakwa telah mengambil tujuh unit HP milik PT. Lazada diantaranya, enam unit HP merk Xiomi Note 5, satu unit HP Xiomi Pocophone F-1 dan satu unit HP merk Samsung type A8.

Masih pengakuan terdakwa, empat unit HP merk Xiomi telah dijual kepada Robert (DPO) dengan harga keseluruhan sejumlah Rp 6.500.000,- yang mana dipergunakan untuk memenuhi keperluan hidup terdakwa sehari-hari sedangkan empat unit HP lainnya berhasil diamankan Petugas Polsek Cimanggis. Akibat perbuatan terdakwa, PT. Lazada mengalami kerugian sebesar Rp 28.592.000,- (jim)