BERSAMA DISDIKBUD, KETUA DEWAN KESENIAN BONDOWOSO GELAR ETNO PARADE BUDAYA

0

BONDOWOSO| Sketsaonline. Com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bondowoso kali ini menggagas Kota Bondowoso sebagai Kota Megalitikum, hal ini dituangkan dalam acara Ruwatan Budaya Megalitik Sabtu (01/12), malam bahkan dikemas dalam bentuk Etno Parade Budaya.

Endang Hardiyanti dalam sambutannya mengatakan kalau event ini merupakan langkah awal dalam mencari potensi budaya seni yang ada di Bondowoso, ” Oleh karenanya Megalitik merupakan kekayaan yang banyak tersebar di Bondowoso bahkan berpotensi emas yang jarang dimiliki oleh daerah lain. ” Kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bondowoso dalam acara tersebut.

Bahkan Menurut Endang, peninggalan Megalitikum hingga Tahun 2018 ini tercatat sebanyai 1. 215 benda bersejarah yang ditemukan oleh Masyarakat disekitar cagar budaya serta hasil kolaborasi antara Dinas pendidikan dan kebudayaan Kab. Bondowoso dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Timur.

” Maka dari itu, Banyaknya Megalitikum yang tersebar di Bondowoso ini patut mendapat predikat Pusat Budaya Megalitik di Jawa Timur, ” Terangnya seraya menyerukan kalau potensi tersebut merupakan tantangan bagi Pemkab dalam mencanangkan Bondowoso sebagai Kota Megalitikum.

Dikesempatan yang sama, Sinung Sudrajat menuturkan, Event tersebut merupakan kerangka awal untuk mensosialisasikan kepada publik bahwa sanya Bondowoso layak menjadi pusat Megalitikum di Jawa Timur.

” Mengapa demikian, dengan ditopang oleh dukungan seni tradisional asli dan kreasi serta kolaborasi, maka keberadaan dari 1.215 benda sejarah peninggalan zaman Megalitikum tersebut harus dikembangkan sehingga mampu menjadi daya tarik Masyarakat dari luar Bondowoso untuk berkunjung ke Bondowoso. ” Tutur Ketua Dewan Kesenian Kab. Bondowoso dalam sambutannya.

Bahkan Ketua Fraksi PDIP DPRD Kab. Bondowoso itu berharap, Peninggalan situs purbakala dan perayaan Etno Parade Budaya ini dapatnya dikembangkan dan menjadi acara rutin setiap tahun. ” Sehingga tidak sekedar menjadi hiburan Masyarakat, namun mampu menjadi daya tarik yang memikat, Destinasi wisata edukasi sejarah yang menarik minat para wisatawan. ” Tukasnya seraya mengakhiri sambutannya di Alun – alun RBA Kironggo. ( Bam” S )