Bersama Imigrasi, Kodim Dopok Lakukan Razia WNA

0
Caption: Apel Gelar Pasukan, Persiapan Operasi Terpadu Timpora Imigrasi Depok, Rabu (11/4) sore.

DEPOK – Kantor Imigrasi Kelas II Depok, Rabu (11/4/2018) malam melaksanakan operasi terpadu terhadap keberadaan Warga Negara Asing (WNA) ilegal di sejumlah hunian di Kota Depok.

Operasi yang dilakukan di apartemen Margonda Residence dan Lotus, melibatkan instansi vertikal di Pemerintah Kota Depok. Salah satunya, Kodim 0508/Depok.

Menurut Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas II Depok, Dadan Gunawan, dilibatkannya TNI dalam operasi terpadu oleh Timpora, merupakan bentuk sinergi instansinya dan instutusi TNI.

“Ini bagian dari sinergitas antara Imigrasi dan TNI,” kata Dadan, usai melakukan apel persiapan operasi terpadu di kantornya, Rabu (11/4) sore.

Disebutkannya, sinergi antara dua instansi tersebut sejak lama sudah terjalin. Bahkan kata dia, komunikasipun intens dilakukan.

“Bukan hanya dengan instutusi TNI saja, dalam pelaksanaan fungsi imigrasi, instansi vertikal lainnya pun sinergi dengan kita,” ujar Dadan

Menurutnya, imigrasi Depok senantiasa akan melengkapi pelaksanaan fungsinya di Pemerintah Kota Depok.

“Keberadaan Timpora, tentunya akan melengkapi proses penegakan hukum dalam kaitanya dengan orang asing, namun, dengan pelaksanaan operasi terpadu yang akan dilakukan nanti malam, WNI yang merupakan penduduk di wilayah kota Depok juga menjadi sasaran,” jelasnya.

Dikatakannya, dalam operasi terpadu tersebut juga ikut beberapa petugas lainnya.

“Ini operasi bersama, karena itu, baik, Pol PP, Disdukcapil, Dinkes, Dinsos, Polri, BNNK dan Instansi vertikal lainnya, juga secara bersama-sama melaksanakan fungsi penegakan hukumnya, sehingga dengan konsep operasi terpadu, akan memberikan kenyamanan bagi penduduk,” pungkas Dadan, usai apel gelar pasukan persiapan operasi di kantornya, Rabu (11/4) sore.

Sementara itu, hasil operasi yang dilaksanakan bersama Kodim 0508 dan instansi vertikal lainya di apartemen Margonda Residence dan Lotus Residence, Rabu (11/4) malam, sebanyak 38 WNA dilakukan pemeriksaan oleh petugas gabungan.

Dari 38 WNA tersebut, diamankan 5 orang WNA yang terdiri dari 4 orang berkebangsaan Afganistan dan 1 orang berkebangsaan Korea Selatan.

Menurut Dadan Gunawan, seluruh WNA yang diamankan di kantornya, akan dideteni semetara waktu, sambil menunggu penyidikan lebih lanjut. (Boy)