Bersama Keluarga, Warga Binaan Rutan Kelas II B Depok Rayakan Natal Penuh Kebahagiaan

0

Depok – Sebanyak 83 Warga Binaan Rutan Kelas II B Depok beragama Kristen merayakan Natal di Aula bersama keluarga dan Gembala Gereja Oikumene yang dipimpin oleh Pendeta John Manoppo dan Gembala Kristin.

“Perayaan Natal tahun 2018 ini terlaksana berkat kerjasama antara Rutan Depok dengan Gereja Oikumene dan Gembala Kristin. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian masyarakat dalam memberikan pembinaan iman bagi warga binaan yang beragama Kristen yang menjalani masa tahanan di Rutan Depok,” kata Kepala Rutan Kelas II B Depok Bawono Ika Sutomo, Jumat (14/12/2018).

Bawono menyambut baik acara tersebut. Ia berharap agar kegiatan ini dapat dijadikan momentum sehingga ketika warga binaan nanti selesai menjalankan masa hukumannya dapat kembali ke masyarakat dan diterima masyarat dengan baik.

Bawono menambahkan, dalam perayaan Natal ini, Rutan Depok akan memberikan remisi khusus hari raya keagamaan kepada 83 warga binaan yang beragama Kristen kalau memang yang bersangkutan sudah memenuhi syarat.

“Dari 83 Warga Binaan Rutan Depok yang beragama Kristen yang memenuhi syarat administrasi untuk mendapatkan remisi nanti adalah separuhnya. TanggaL 25 Desember datanya baru kami keluarkan siapa aja yang mendapat remisi,” ungkapnya.

Dalam perayaan Natal di Rutan Depok dimeriahkan dengan lagu-lagu rohani yang dinyanyikan dari Gereja, Paduan Suara dan Warga Binaan. Terlihat suasana haru yang penuh kekeluargaan dan kebahagiaan tersirat jelas dalam perayaan Natal tersebut yang disambut baik oleh Warga Binaan beserta Keluarganya.

Pendeta Samuel Simorangkir dari Gereja Adven dalam khotbahnya menerangkan bahwa Tuhan Yesus lahir di dunia ini sebagai Juruselamat untuk menyelamatkan manusia dari kematian, menyelamatkan manusia dari dosa. Maka, jangan mengubah sudut pandang kita kepada Tuhan Yesus.

Jadi meskipun kita di dalam tahanan, Samuel menerangkan, Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan kita karena Tuhan Yesus hidup di dalam kita. Tuhan Yesus juga dapat merubah kita agar kita kelak tidak melakukan kejahatan lagi.

“Perayaan Natal kita rayakan tiap tahun tapi teladan kita kepada Yesus harus kita lakukan tiap saat agar kita dapat diselamatkan dari dosa. Sebab, Tuhan Yesus itu lahir kemudian mati di kayu salib lalu bangkit dari kematian adalah untuk menyelamatkan kita manusia. Tuhan Yesus adalah Juruselamat kita semua,” tegasnya. (jim)