Bersama Tagana, Respon Cepat Kemensos RI Atas Penanganan Bencana di Jember

0

JEMBER, Sketsaonline – Kementerian Sosial RI (Kemensos) melalui unsur Taruna Siaga Bencana (Tagana) bergerak cepat menangani dampak banjir bandang di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Adapun reaksi cepat itu, Tagana Kemensos telah mendirikan dapur umum lapangan (dumlap) di Balai Desa Wonoasri, Kecamataan Tempurejo.

Tiba di Jember pada Senin petang, Menteri Sosial RI (Mensos) Tri Rismaharini langsung mengunjungi Posko penanganan banjir di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember.

Mensos Risma bersama Bupati Jember meninjau kesiapan Tagana yang sedang memasak nasi bungkus untuk penyintas.

Mensos Risma juga menyempatkan menggoreng tahu serta melakukan proses pembungkusan nasi bungkus bersama Bupati.

Dalam kunjungan tersebut, Mensos Risma memberikan beberapa jenis bantuan. DIantaranya, perlengkapan bayi dan ibu hamil.

“Itu bantuan yang saya bawa, sesuai permintaan masyarakat di sini. Saya juga mengirim bantuan berupa telor, beras, dan abon,” tutur Mensos setiba di Posko penanganan banjir di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, Senin (18/1/2021).

Mensos Risma mengaku, telah menerima laporan bahwa pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan sejumlah bantuan untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.

“Jadi bisa ditangani lebih cepat,” kata Mensos singkat.

Ia menegaskan, bahwa stok makanan menjadi hal utama untuk menghadapi bencana. Oleh karena itu, setiap daerah di Indonesia harus memiliki stok makanan.

“Stok makanan memang harus tersedia di daerah,” tegas Mensos.

Dumlap Tagana di Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo diawaki 13 orang personel Tagana yang mampu mempersiapkan kebutuhan makan pagi sebanyak 1.500 bungkus dengan menu nasi putih, sayur tumis sawi, plus mie, lauk omlete, dan tahu goreng.

Distribusi nasi bungkus diperuntukkan tiga titik Desa yaitu, Desa Wonoasri, Desa Curah Nongko dan Desa Andongrejo.

“Harus ada cadangan, minimal untuk kebutuhan pokok, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Kondisi alamnya seperti ini memang. Jangan sampai kita kesulitan kalau tiba-tiba ada bencana,” ujarnya.

Mensos Risma menjelaskan, sebenarnya Badan Urusan Logistik sudah menyediakan cadangan beras untuk bisa diambil sewaktu-waktu jika terjadi bencana alam.

“Tapi terkadang kita tidak mengira. Itu harus diprediksi sejak dini,” kata Mensos Risma menambahkan.

Didampingi Bupati Jember Faida, Mensos Risma juga meninjau dampak banjir bandang di Pondok Pesantren Ar Rosyid, Kecamatan Bangsalsari. Mensos menilai, penanganan bencana banjir di Jember sudah baik.

Secara umum, Mensos Risma menghimbau, agar setiap daerah memiliki stok logistik dalam menghadapi bencana.

“Untuk Jember bagus penanganannya,” pungkasnya.

Menurut Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember dikatakan, ada sebanyak tujuj Desa di Jember terdampak banjir dengan ketinggian air hingga mencapai satu meter.

Sedikitnya, sebanyak 4.000 Kepala Keluarga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sementara Desa yang terkena bencana banjir, tersebar di tiga kecamatan yakni, Kecamatan Puger, Gumuk Mas dan Tempurejo.

(JIMMY)

SUMBER : BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT KEMENTERIAN SOSIAL RI

Klik, follow & subscribe website & medsos kami👇🏻

Website : https://kemensos.go.id/
Facebook: Kementerian Sosial RI
IG: @kemensosri
Twitter: @kemensosri
TikTok: @kemensosri
Youtube: Kemensos RI