Camat Limo Dilaporkan ke Polisi Usai Membongkar Drum Berisikan Beton Cor

0
Suganda saat memberikan keterangan pers di kantornya, dekat lokasi pembongkaran, Jalan Limo Raya, Kecamatan Limo, Kota Depok, Minggu (26/5/2019). (Foto: Rival)

DEPOK – Suganda (55), warga yang mengaku sebagai pemilik lahan akses jalan menuju kantor Kecamatan Limo, Kota Depok, melaporkan Camat Limo Zainuddin ke Polda Metro Jaya.

Laporan itu dilayangkan Suganda ke Polda Metro Jaya, Jumat (24/5/2019) malam, menyusul pembongkaran drum berisi beton cor yang dipimpin oleh Zainuddin, pagi harinya. Terlapor tercatat atas nama Zainuddin dkk.

Suganda merasa Zainuddin bertanggung jawab atas pembongkaran drum beton yang dia dirikan untuk memblokir akses kendaraan roda empat menuju kantor kecamatan.

“Jumat pagi kan dibongkar tanpa sepengetahuan saya, malamnya langsung saya lapor ke Polda Metro Jaya dengan perkara pengerusakan properti milik saya,” kata Suganda kepada wartawan di dekat lokasi pembongkaran, Jalan Limo Raya, Kecamatan Limo, Kota Depok, Minggu (26/5/2019).

Laporan Suganda terdaftar bernomor LP/3240/V/2019/PMJ/Dit Reskrimum yang diterima dan ditandatangani oleh perwira SPKT Polda Metro Jaya, Komisaris Deti Juliawati.

Sebagai pemilik lahan yang sah secara hukum, Suganda merasa dizalimi atas pengerusakan pagar beton cor yang dia dirikan. Apalagi, meski memblokir, dia masih menyisakan lahan untuk masuk-keluar sepeda motor.

“Saya sudah dari dulu minta penjelasan kepada Pemkot, kenapa lahan saya diserobot untuk akses ke kantor kecamatan. Tapi jawabannya enggak pernah memuaskan,” kata Suganda.

“Tahun lalu waktu komunikasi sama Bu Nina (Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Depok, Nina Suzana–Red), dia malah minta lahan saya dihibahkan saja. Lalu saya bilang, kalau begitu tanahnya Bu Nina hibahkan aja ke saya. Dia diam saja,” ungkapnya.

Suganda menuturkan, dia terpaksa menempuh jalur hukum karena selama ini dia menilai pihak Pemkot Depok tidak punya itikad baik.

“Kalau ada tawar-menawar lahan untuk dibebaskab kan jelas, berarti ada itikad baik. Ini enggak ada. Tahu-tahu diserobot begitu aja lahan saya,” ujarnya.

“Itu lahan kami dan kami punya bukti kepemilikan berupa sertfikat hak milik atas nama ayah saya, Joyo. Silahkan cek ke BPN,” ungkap Suganda.

Dia mengutarakan, berdasar sertifikat hak milik atas nama ayahnya, tercantum seluas 2.910 meter persegi lahan di samping dan di depan Kantor Kecamatan Limo. Ada 345 meter persegi lahan, yang diserobot Pemkot Depok, dan dijadikan akses jalan masuk ke Kantor Kecamatan Limo Depok.

Seperti diberitakan sebelumnya, akses jalan menuju kantor Kecamatan Limo, Kota Depok, di Jalan Limo Raya sempat diblokir seorang warga bernama Suganda yang mengklaim sebagai pemilik lahan.

Atas kesepakatan warga serta didukung pemerintah Kota Depok, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan, pagar beton yang digunakan untuk memblokir akses jalan menuju kantor Kecamatan Limo, dibongkar, Jumat (24/5/2019).

Pagar drum berisi beton cor itu disingkirkan menggunakan satu uni alat berat jenis wheel loader.

Camat Limo, Zainuddin, mengatakan, meski masih dalam sengketa, pihaknya terpaksa membongkar pagar beton karena sudah merugikan masyarakat yang hendak ke kantor Kecamatan Limo.

“Pembongkaran ini dilakukan karena pagar beton itu menghambat aktivitas warga maupun pemerintahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terlebih kemarin pada saat Pilpres dan Pileg,” ujar Zainuddin di lokasi, Jumat (24/5/2019).

Zainuddin menjelaskan, dari hasil rapat pada Selasa (21/5/2019) lalu, Kapolsek Limo, Danramil Limo, Camat, serta warga dan ormas telah sepakat untuk membongkar pagar beton yang menutup akses jalan ke kantor kecamatan, Jumat ini.

Tindakan itu, menurutnya, juga didukung Satpol PP Kota Depok serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok yang mengerahkan wheel loader.

Warga, lanjutnya, telah menggunakan akses jalan yang diklaim milik warga bernama Suganda itu sejak tahun 1992.

“Saya sudah meminta kepada orang kepercayaan dari pemilik lahan untuk ketemu, namun yang bersangkutan menyatakan tidak ada waktu. Di satu sisi, masyarakat sudah mulai tersulut emosi. Makanya saya ditugaskan oleh pimpinan untuk melakukan kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, Kasie Pengamanan dan Pengawalan Satpol PP Kota Depok, Taufiq, mengatakan, tak menutup kemungkinan pemilik lahan akan menggugat secara hukum, bahkan kembali menutup kembali akses jalan itu.

“Apabila terjadi perlawanan secara hukum dari pihak pemilik lahan, kami siap. Ini semua kami lakukan untuk masyarakat dalam mempermudah akses dan memberikan pelayanan. Dan apabila akses di tutup kembali, kami bongkar lagi,” katanya.

Menurut informasi, pemblokiran sudah berlangsung sejak April 2018 dan sejak itu pelayanan di Kantor Kecamatan Limo terganggu. (Rival)