Cegah Klaster Covid-19, Bawaslu Perketat Pengawasan Pilkada Depok

0
Foto : Suasana Wartawan DMC saat Ngobrol Santai bersama Bawaslu kota Depok

Depok – Luli Barlini ketua Bawaslu Kota Depok mengatakan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Depok harus diperketat untuk mencegah Klaster baru Covid-19. Sebab kota Depok masuk daerah zona merah.

“Pelaksanaan pilkada Kota Depok harus diperketat karena zona merah. Tentu kami akan bekerja ekstra untuk melakukan pengawasan,” ujar Luli saat bincang santai bersama awak media di Hotel BW Margonda Depok, (11/09).

Dikatakan Luli peraturan Pilkada tahun 2020 sama dengan tahun 2015. Peraturan tersebut sudah dirumuskan secara nasional.

“Yang membedakan adalah mengikuti aturan protokol kesehatan karena menyangkut situasi pandemi Covid-19,” katanya.

Luli meminta para kandidat peserta Pilkada kota Depok tak melibatkan kerumunan massa saat berkampanye yang berpotensi timbulnya klaster baru Covid-19.

“Soal sanksi pelanggar kepada kontestan Pilkada yang melanggar protokol kesehatan saat ini tengah digodok,” ujarnya.

Tapi menurut Luki, sanksi akan dijatuhkan jika peserta telah mendapat teguran pertama dan kedua. Meski demikian dii masa pandemi Covid-19 pihaknya tidak akan lengah melakukan pengawasan walaupun harus dilakukan secara jarak jauh.

“Kami punya tim cyber patrol, jadi nanti bisa online,” tegasnya.

Seperti diketahui Pelaksanaan Pilkada Depok 2020 akan berlangsung pada 9 Desember 2020. Pilkada dilaksanakan serentak di 224 Kabupaten dan 37 kota di Indonesia salah satunya Kota Depok. (DOT)