CINTA IBU

0

Oleh : Siti khoirunnisa

Kutukar cinta ibu dengan jamuan rindu
Tertelan bersama rasa keabsahannya
Tuak lara setengah kematian
Melantukan syahdu kalimat cinta ibu yang tersabda

Entah berapa lama lagi perpisahan raga
Harus kita rasa, dan menjaga suka
Haruskah mempertahankan rasa dalam keraguan?
Haruskan merawat ibu meski dalam kepayahan?

Mengapa diantara kita hanya menyuap kata?
Sedang serut serut sinar matahari telah membakar kulit jiwa
Mengapa diantara kita hanya bergrilia merangkai sajak cinta?
Sedang bulan telah meredupkan cahaya jingganya

Pertanda tanggal sudah tua
Hari sudah larut senja
Mentari berganti warna
Jarum jam telah pukul beberapa

Masihkah kau ingin bermain dengan waktu?
Menunggu sesuatu yang bisu entah kapan berlalu
Masihkah kau mampu menikmati secangkir kopi dengan rasa yang tenang?
Sedang cinta telah tertinggal merana
Sedang hati disayat ayat kecintaan seorang ibu

Senyum renyah di sudut bibirmu dahulu
Cahaya air suci di sudut matamu tempo lalu
Suara bisikmu memanjakan telingaku kebiasaanmu
Telah layu terbawa lama waktu tak bertemu

Sunyi meraja dalam asa
Menunggu dikabarkan kedatangan
Menahtakan cinta pada sebuah kebisuan
Melantunkan irama cinta jauh kedalaman

jangan pernah menghilang oleh gulungan waktu
Jangan pernah sirna oleh hari yang kadang layu
Kering kerontang tak tersirami air suci
Biar ku bibis oleh syair dan puisi

Lalu ku rekam doa hati tanpa jeda
Semoga terberkati sang kuasa-Nya
Ku tasbihkan alunan suara sukma
Ku tiup dan ku titip pada keagaungan-Nya

Maaf jika ini keterlaluan
Maaf bila ini sudah berlebihan
Aku hanya ingin menyampaikan
Bahwa rasaku tak pernah berkurang didalam sesaknya keraguan

Ini hanya sabda cinta ibu yang tak berkesudahan