Dalam Netralitas, Kadiskominfo Depok Sebut, Wartawan dan ASN Tidak Ada Bedanya

0
Acara Ngopi Bareng Sekber Wartawan Depok dengan Kadiskominfo Kota Depok, Jumat (25/01/2019). (Foto: Dot)

DEPOK – Kepala Diskominfo Kota Depok Sidik Mulyono berharap, wartawan di Sekber, khususnya dapat menulis berita yang kondusif, aktual dan berkeadilan. Efek atau dampak dari pemberitaan lebih dipertimbangkan.

Hal tersebut dikatakannya saat acara Ngopi Bareng dengan Sekretaris Bersama (Sekber) Wartawan Depok, yang bertajuk “Netralitas Wartawan Menulis Berita Menjelang Pemilu 2019” di kantor Sekber Wartawan Kota Depok, Jumat (25/1/2019) sore.

Menurutnya, seoarang wartawan dalam penulisan berita harus netral dan independen. Apalagi berita politik menjelang pemilu 2019.

Independen dalam penulisan berita, kata dia, berarti terbebas dari intervensi para pihak yang berkepentingan. Sedangkan netralitas terkait pemberitaan yang berimbang, tidak condong ke A atau ke B.

“Tidak bedanya ASN, wartawan juga secara profesi dituntut netralitasnya dalam pemilu mendatang. Tetapi secara pribadi, kita memiliki hak suara yang juga harus dipertanggungjawabkan,” kata Sidik.

Dalam paparannya, Sidik lebih mengajak para wartawan untuk dapat menjalankan fungsi dan peran Pers sebagai profesi yang profesional.

“Peran saya sebagai Kadis Kominfo, memang bermitra dengan semua wartawan. Baik cetak, eloktronik, maupun online, karena itulah netralitas wartawan dalam penulisan berita menjelang pemilu 2019 ini menarik untuk dibicarakan,” ujarnya.

“Tentu semua terkait agar pemilu yang damai di Kota Depok dapat dilaksanakan,” tambahnya.

Diskominfo Kota Depok selama ini dijadikan Sidik sebagai mitra bagi para pewarta. Cek dan kroscek untuk pendalaman berita bagi seorang wartawan, sebut dia, sangat diperlukan. Dan ia siap menjelaskan apa pun terkait dengan pemberitaan di Depok.

Terkait masalah netralitas wartawan pada Pemilu 2019 ini, Sidik mengembalikannya kepada wartawan itu sendiri. Karena profesi wartawan selain ada undang-undangnya, juga ada kode etik wartawan itu sendiri.

“Jadi tak perlu saya jelaskan lagi fungsi dan peran seorang wartawan. Itu sama saja mengajari burung terbang. Tetapi sebagai mitra wartawan, saya mengajak, ayo kita ciptakan suasana kondusif di Kota Depok ini, dan independensi serta netralitas wartawan dalam menulis berita, semoga membawa pemilu 2019 ini damai dan berjalan lancar,” katanya.

Sementara Berlin, Ketua KWRI Depok, pemateri pendamping, memaparkan bagaimana fungsi media agar dapat independen, tidak lepas dari peran pemimpin media itu sendiri.

“Pemimpin media memang harus mampu memasang tembok anti intervensi bagi kepentingan orang, agar indepensinya dapat dipertanggungjawabkan,” kata Berlin.

Acara Ngopi Bareng yang dipandu oleh Putra Gara itu, berlangsung dari pukul 16.00 hingga saat adzan magrib berkumandang.

Beberapa wartawan yang tak mendapat kesempatan dalam sesi tanya jawab, berkesempatan mewawancarai Sidik secara tersendiri. (Dot)