Dapat Penghargaan KLA, Komnas Anak Minta Pemkot Depok Jamin Perlindungan Kesehatan Bagi Rayyan

0

Depok – Arist Merdeka Sirait, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyinggung Pemerintah Kota (Pemkot) Depok atas penghargaan kota layak anak (KLA) kategori Nindya yang diterima dari Kementerian PPPA dikarenakan tak maksimal dalam membantu biaya rawat jalan bayi berumur enam bulan, Rayyan Haryo Ardianto yang lahir tanpa anus.

Saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan layanan singkat, Arist mengkritik Pemkot Depok agar jangan berpura-pura seolah tidak tahu kondisi Bayi Rayyan yang nyaris tewas dikarenakan pihak RS GPI Depok tidak segera memberitahu pihak keluarga bahwa bayinya lahir tanpa anus.

“Seharusnya tanpa penghargaan pun, Pemkot Depok membantu bayi malang tersebut. Pemkot Depok wajib membantu biaya rawat jalan dan mengusut dugaan kelalaian RS GPI Depok. Jadi tidak ada alasan untuk tidak memberikan jaminan perlindungan kesehatan bagi Bayi Rayyan,” kata Sirait, Jumat (11/1/2019).

Ia menyinggung penghargaan kategori Nindya dalam program KLA dari Kementrian PPPA yang diterima Pemkot Depok karena tidak dibarengi dengan sikap kepedulian terhadap warganya. Pemkot Depok seharusnya dapat membantu dan memberikan jaminan kesehatan terhadap Bayi Rayyan.

“Jadi Walikota jangan berpura-pura seolah tidak tahu mengenai kondisi Bayi Rayyan. Padahal jarak antara Balaikota Depok dengan kediaman orangtua Bayi Rayyan di Jalan Beringin, Beji, tidak jauh. Kasihan Bayi Rayyan, dia butuh pertolongan cepat dan bantuan,” imbuhnya.

Lanjutnya, berdasarkan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, UU RI tentang Kesehatan, UU Hak Asasi Manusia serta Konvensi PBB tentang Hak Anak, maka pemerintah wajib memberikan jaminan perlindungan kesehatan bagi anak terlebih bila kondisi anak memprihatinkan.

“Pemkot Depok jangan ada alasan untuk tidak memberikan layanan kesehatan dan bantuan terhadap Bayi Rayyan ditambah dapat dikatakan kondisi keluarganya yang tidak mampu. Semestinya Dinas Kesehatan Kota Depok responsif dan peduli terhadap kondisi Bayi Rayyan yang memprihatinkan,” tuturnya.

Perlu diketahui, kini kondisi Bayi Rayyan harus rawat jalan yang membutuhkan perhatian dan jaminan kesehatan dari Pemkot Depok dikarenakan Orangtua Bayi Rayyan kelabakan harus memenuhi kebutuhan anaknya, seperti : kantong kolostomi, susu penambah berat badan, busi anus, biaya kontrol dan ongkos perjalanan.

Harga kantong kolostomi sebesar Rp 40 Ribu per kantong dikarenakan hanya bisa digunakan satu kali pakai ditambah pihak keluarga tak mampu, terpaksa menggunakan kantong plastik tahu yang biasa digunakan tukang sayur membungkus dagangannya yang dibuat sendiri oleh Ibu Bayi Rayyan dengan mempelajarinya dari YouTube. (jim)