Didit Aktifis FKH Depok : Kemitraan Hacord – Fukuoka Japang, Peluang Kurangi Sampah TPA Cipayung

0
Kegiatan Forum Diskusi Kerja sama delegasi Depok Indonesia – Fukuoka Japan lewat Jaringan HACORD di Gabus Pucung Mampang Depok.

Depok – Didit aktifis Lingkungan Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Depok mengatakan adanya Kerja sama delegasi Depok Indonesia – Fukuoka Japan lewat Jaringan HACORD menjadi suatu peluang untuk sebuah inovasi dalam pengelolaan sampah.

Menurutnya pemerintah kota melihat kesempatan ini dan mau menjadi fasilitator untuk penanggulangan masalah sampah khususnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang hingga saat ini kapasitasnya sudah overload .

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah kerja sama dalam bisnis industri energi bidang lingkungan hidup yang berkelanjutan antara Hacord Depok Indonesia dengan Perusahaan Jepang,

“berharap para pengusaha Jepang ini mau mentransformasi teknologinya khususnya untuk pengolahan dan pemgelolaan sampah di kota Depok”ujar Didit usai mengikuti Forum Diskusi Kerja sama delegasi Depok Indonesia – Fukuoka Japan lewat Jaringan HACORD di Gabus Pucung Mampang Depok. (26/02).

Dikatakan Didit, jika ada wacana membuang sampah ke Nambo,menurutnya hal itu masih wacana, bisa dibilang mubazir. Sebab akan membutuhkan anggaran cukup besar pertahunnya.

Selain itu secara teknis juga belum terpikirkan ada kajian mengenai bagaimana limbah cair yang tercecer saat sampah diangkut dalam keadaan basah.

“kalau untuk masalah pemilahan sampah warga sendiri sudah punya kesadaran untuk memilahnya, tetapi masalahnya ada dihillir dalam pengolahan dan pengelolaan sampahnya” kata Didit

Dirinya menilai,jika Pemerintah memfasilitasi dari sisi legal formal dan regulasi untuk memanfaatkan teknologi dari Jepang artinya untuk fasilitas dan pendanaan tidak akan membebani anggaran daerah.

Saya rasa mereka mau untuk menjadi investor untuk berinvestasi bisa berupa pendanaan maupun mesin penunjang bahkan teknologi dalam pengelolaan sampah.

“berharap 5 sampai 10 tahun kedepan ada perubahan tentang tata kelola sampah di kota Depok”, ungkap Didit. (DOT)