Diduga Fiktif, Direktur LBH API Kab. Bondowoso Akan Laporkan Penyelenggara PKBM Al – Faruq

0

Bondowoso| Sketsaonline. com – Dugaan penyelenggaraan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) fiktif di Desa Kabuaran Kec. Grujugan saat ini Tengah memanas. Setelah pihak yang punya Lembaga yakni Faruk Warga Desa Kabuaran Rt. 07 Rw. 03 meminta pendampingan Hukum kepada Ustiono Direktur pengembangan LBH API (Adikara pancasila Indonesia ) Kab. Bondowoso.

Dan saat dikonfirmasi oleh Media ini ia mengatakan kalau pihaknya sudah mendalami dan mengumpulkan bukti terkait dugaan fiktif pada penyelenggara PKBM AL Faruq sehingga pihak yang memiliki Lembaga tersebut dirugikan.

” Salah satu bukti yang kami kantongi yakni, adanya unsur kesengajaan dalam pencatutan nama penyelenggara PKBM tanpa pemberitahuan sebelumya bahkan 1 Orang berkedudukan di 2 Lembaga, semisal, Hosnan, disamping ia menjadi Ketua di PKBM Miftahul Ulum, dirinya juga masuk dalam kepengurusan Al Faruk yang pada saat Kami lakukan investigasi mengaku tidak mengetahui hal itu. ” Tutur Ustiono.

Dan Direktur salah satu LBH Kab. Bondowoso itu juga menuturkan kalau dari bukti tersebut pihaknya akan segera melaporkan ke APH karena kuat dugaan ada pelanggaran Hukum dalam pembentukan pengurus penyelenggara PKBM Al Faruk serta proses penggunaan anggara yang di kelola selama ini.

” Mengambil alih Lembaga orang lain tanpa seijin yang punya ini saja sudah pelanggaran, 1 Orang mengelola 2 Anggaran dari sumber yang sama, apalagi dan masih banyak kejanggalan lain yang sudah Kami kantongi untuk bukti pelaporan nanti karena hal ini menyangkut kerugian seseorang dan Negara. ” Imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Forum PKBM Kab. Bondowoso yakni Mahrus tidak menampik adanya 1 Orang pengurus masuk dalam 2 Lembaga yang berbeda.

” Secara aturan itu tidak salah, kalau pencatutan nama tanpa pemberitahuan itu tidak benar, kami sudah koordinasi sebelumnya dengan yang bersangkutan, prihal Pak. Faruk keberatan karena lembaganya kami kelola saat ini PKBM Al Faruq sudah pindah lokasi berada di Desa Dawuhan dan tidak lagi di Desa Kabuaran, ” Ujarnya, Rabu (18/03), namun ia keberatan ketika diminta untuk menunjukkan Akta perubahan Lokasi dan struktur pengurus penyelenggara PKBM yang baru kepada Media ini.( Bam” S ).