Diduga Palsukan Dokumen, Mantan Camat Panarukan dan Kades Sumber Kolak Terancam Dipidanakan

0
Foto: Hfz

SITUBONDO|Sketsaonline.com -Syaiful Bahri atau lebih dikenal dengan Ketum GP Sakera kali ini melaporkan adanya dugaan pemalsuan dokumen tanah ke SPKT Polsek Panarukan.

Usai melakukan pelaporan, pria yang akrab disapa bang Ipoel ini, mengatakan, kalau kasus yang ia laporkan tersebut sesungguhnya adalah kasus umum dan sering terjadi di Situbondo.

Hal ini, kata dia, dikarenakan adanya kebijakan yang di buat oleh pejabat yang seringkali merugikan pihak lain.

“Kasus ini kebetulan terjadi pada keluarga besar saya sendiri, dimana karena kesembronoan dari perangkat Desa dalam melakukan pengukuran tanah di tahun 2006, tanpa menggunakan dasar karawangan sehingga ada beberapa pihak yang dirugikan,” kata Ipoel di ruang SPKT Polsek Panarukan, Minggu (03/02/2019).

Menurutnya, peristiwa bermula dari adanya konflik antar keluarga, sehingga seluruh Muspika Panarukan turun ke lapangan dan AJB milik J dan H pada tanggal 29 April 2006 oleh mantan Camat DJ dibatalkan. Bahkan, J dan H juga ia laporkan karena melakukan pengukuran dan mengambil hak tanah keluarga Ipoel, sekira 4 m.

“Padahal di kerawangan tanah J hanya 18,8 meter namun di AJB (akta jual beli-red) tertera 22,8 meter, dan baru diketahui saat akan di lakukan pengukuran untuk program PTSL, ternyata AJB yang semula di batalkan oleh mantan Camat Dj di sahkan kembali oleh mantan Camat Dj berdasarkan Surat Kades Sumberkolak S yang isinya mengatakan bahwa sudah ada kesepakatan padahal menurut Pihak yang bersengketa belum ada musyawarah apalagi ada kesepatan,” tuturnya.

Dirinya berharap, kasus yang ia laporkan ke SPKT Polsek Panarukan tersebut, dapat menjadi pelajaran kepada semua pihak.

“Semoga dengan kasus yang saya laporkan ini bisa menjadi pelajaran kepada semua pihak, terutama pejabat, untuk berhati hati dalam mengambil kebijakan karena akan merugikan pihak lain dari Kebijakan yang di buat,” ujarnya.

Sementara itu, petugas piket, Aiptu Ridowi membenarkan adanya laporan warga Sumberkolak, terkait dugaan pemalsuan Dokument tanah, dan pihaknya akan segera menindak lanjuti laporan tersebut. (Hfz).