Diduga Tak Terawat, Gunakan Security UPT Alun-Alun DLHK Kota Depok Usir Wartawan

0

DEPOK, Sketsaonline – Sarana dan prasarana yang berada di Alun-alun Kota Depok, diduga tidak terawat dan sudah ada yang rusak. Maka, beberapa wartawan berupaya untuk mengambil gambar/foto di lokasi serta mengkonfirmasi ke pihak Kepala UPT Alun-alun Purnomo untuk mengetahui kebenarannya.

Namun, bukan konfirmasi yang didapat melainkan pengusiran awak media yang dilakukan pihak keamanan (security) yang berada di Alun-alun yang terletak di kawasan Grand Depok City (GDC), Kalimulya, Cilodong, Kota Depok.

Pembangunan alun-alun Kota Depok merupakan salah satu janji dalam program kerja Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna.

Pembangunan Alun-alun tersebut oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok baru meresmikan pada 12 Januari 2020 lalu. Bahkan, waktu peresmiannya mundur dibandingkan target yang seharusnya akhir Desember 2019.

Pembangunan alun-alun Kota Depok dimulai sejak 2018 melalui dua tahap. Tahapan awal dengan luas tanah sekitar 1,8 hektare. Adapun, pembangunan tahap kedua baru dimulai pada Maret 2019. Pembangunan alun-alun seluas 3,9 hektare tersebut menghabiskan total anggaran sekitar Rp 360 miliar yang bersumber dari APBD Kota Depok

Tempat tersebut nantinya bisa digunakan anak-anak muda untuk mengembangkan kreativitas dan bakat sesuai dengan hobinya. Sarana berupa skate park, arena BMX, dan wall climbing mendukung bagi para pencinta olahraga.

Selain fasilitas tersebut, alun-alun Kota Depok juga dilengkapi dengan sistem pengawasan CCTV 24 jam. Nantinya akan ada 40 titik CCTV yang disebar di setiap sudut lapangan yang kualitas HD.

Akan tetapi, saat menilik adanya informasi terkait sarana dan prasarana yang diduga saat ini mengalami kerusakan dan tidak terawat, pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Alun-alun Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menggunakan tenaga pengamanan (security) untuk mengusir wartawan dengan alasan pandemi Covid-19.

“Kamu dari mana? Kami disini hanya menjalankan perintah untuk tidak membolehkan masuk siapa pun ke area alun-alun,” ucap salah seorang Security kepada wartawan, kemarin.

“Yang boleh masuk ke area ini (alun-alun) hanya orang yang sudah diberi izin dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok atau DLHK,” sambungnya.

Sekretaris Daerah Kota Depok Hardiono saat dikonfirmasi melalui pesan layanan singkat mengungkapkan, Alun-alun yang berada di GDC dibangun oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok.

Namun untuk pengelolaan berada di bawah DLHK Kota Depok. “Yang bangun alun-alun ialah Disrumkim. Sedangkan untuk pengelolaannya di DLHK. Kepala UPT-nya Pak Purnomo,” beber Hardiono saat dihubungi, Senin (12/10/2020).

Saat ditanya terkait penggunaan security bukannya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) atau Banpol PP untuk menjaga alun-alun, kata Hardiono, dinas terkait yang mengetahui hal itu.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan konfirmasi yang dilayangkan ke DLHK Kota Depok tak direspon. (JIMMY)