Dinas Perikanan Jatim Kembangkan Budidaya Udang Vanname

0
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak (kelima kanan) simbolis menjaring udang vanname dalam rangkaian panen raya udang vanname (Litopenaeus vannamei) di UPT Instalasi Budidaya Air Laut (IBL) Prigi,

TRENGGALEK – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur berhasil mengembangkan standar operasional prosedur (SOP) budidaya udang vanname (Litopenaeus vannamei) berbasis bio-herbal sehingga jangka waktu pemeliharaan lebih pendek dengan hasil optimal.

Klaim keberhasilan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri panen raya udang vanname di Instalasi Budidaya Air Laut (IBL) Prigi, Trenggalek, Jumat. Pada pekan lalu.

Menurut penjelasan Emil, belasan ton udang vanname berukuran 40 yang dipanen dalam panen raya itu hasil budidaya selama 70 hari, lebih pendek ketimbang metode budidaya biasa yang biasanya memakan waktu empat bulan atau sekitar 120 hari.

“Kami mengapresiasi teman-teman di IBL Prigi yang sudah mengembangkan sebuah SOP untuk pengembangan dan memanen udang vanname, bahkan bio teknologi herbal sebagai makanannya sehingga hasilnya lebih optimal,” kata Emil Dardak dikonfirmasi usai panen raya.

Banner Lomba Vlog
Metode ini dilakukan tim IBL dengan mengelola sumber daya air laut yang sudah baik, dengan memanfaatkan bakteri yang sudah dilemahkan.

Tata kelola air dibantu bakteri yang sudah dilemahkan ini berdampak positif terhadap bibit-bibit udang yang sedang dibudidaya, di antaranya penggunaan listrik yang lebih efisien dan penggunaan pakan yang lebih rendah.

“Metode optimalisasi pengelolaan air ini membuat rentang waktu budidaya lebih pendek,” ujar Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Hari Pranoto.

Jika budidaya (udang vanname) normalnya mencapai 120-an hari, dengan metode super intensif menggunakan bio teknologi berbasis herbal ini menurut Hari Pranoto, jangka waktunya tinggal 65-70 hari. (Ningsih)