Diperlakukan Sewenang-Wenang Oleh Pendemo, Sekdes Desa Paowan Minta Pedampingan Hukum Kepada Advokad Muda Dwi Anggi Septiawan

0

Situbondo, | Sketsaonline.com-Pada tanggal 13 Oktober 2020 Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo di hebohkan dengan warga atau pendemo untuk menuntut Sekretaris Desa dipecat, yang diduga ada penyelewengan anggaran dana desa dan alokasi dana bantuan kepada warga.

Namun tindakan warga atau pendemo sudah melewati batas, belum ada bukti dan kejelasan apa yang di tuntut, warga melarang Sekdes untuk masuk kantor dan menyegel ruangan kantor Sekdes.

Tanggal 14 Oktober, sekdes tetap beraktivitas masuk kantor dan membuka segel Kantornya yang di beri lakban dan palang kayu yang di paku. Lagi-lagi warga atau pendemo masih bersikeras melarang Sekdes untuk masuk kantornya sampai sampai terjadi keributan percekcokan dan warga kembali menyegel ruangan Kantor Sekdes dengan dipalangi kayu.

Tapi keesok harinya taggal 15 Oktober 2020 dari hasil pantauan Tim S-One dilokasi, Sekdes tetap masuk kantor namun tidak membuka segel ruangannya, tapi warga kembali lagi berisih keras menolak Sekdes tidak masuk kantor, sampai – sampai warga atau pendemo marah-marah Nendang-nendang kursi dengan brutal.

Sekretaris Desa yang merasa di perlakukan Sewenang-wenangnya oleh warga, hari ini Sabtu, (17/10/20) Faisol Sekdes Paowan meminta pendampingan hukum kepada pengacara muda melaporkan kasus ini hingga selesai.

Muhammad Faisol, Sekdes Paowan, mengatakan ” Saya heran mengapa mereka berbuat seperti itu, salahnya saya dimana jika memang saya salah tunjukkan dan buktikan letak kesalahan saya dimana. Sedangkan saya baru menjabat Sekdes baru berjalan 3 Bulanan dan tidak etis kalau semua yang didugakan kesaya,” Ucapnya

Lanjut Faisol, Silahkan berdemo dan beraudensi itu Boleh-boleh saja, tapi caranya tidak perlu Anarkis, merusak kursi Desa dan menyegel ruangan Kantor saya.

Peristiwa ini saya akan laporkan ke Polres Situbondo biar masyarakat sadar Hukum apa yang mereka lakukan salah, walaupun niatnya benar.

“Mengapa saya laporkan persoalan ini, karena perbuatan dan tindakan mereka meresahkan masyarakat, mengganggu kepentingan masyarakat yang hendak pengurusan Administrasi dikantor Desa, yang juga Staff saya merasa ketakutan melihat kejadian kemaren sangat mengganggu hendak melakukan Aktivitas Kantor Desa,” Ujar Faisol saat di wawancarai awak Media.

“Iya benar mas, Saya tadi malam ditemui oleh Sekdes Paowan dengan maksud menguasakan perkara Persekusi yang dialaminya tempo hari. Dan hari ini saya beserta sekdes paowan akan melaporkan perkara Persekusi tersebut kepada Polres Situbondo, dalam Persekusi ini saya sangkakan Pasal berlapis sesuai dengan tindakan sekelompok orang disaat itu”.

“Klient saya merasa terdzolimi dengan tindakan sekelompok orang tersebut sebab atas dasar apa mereka menyegel ruangan klient saya dan hal apa yang menurutnya merugikan orang banyak sebab belum ada putusan ataupun pembuktian secara jelas yg di sangkakan pada klient saya. Jelas dengan perkara ini klient saya merasa sangat dirugikan baik dari batin maupun fisik klient saya,dalam hal ini juga dapat menghabat pkerjaan Desa dalam pelayanan,” Ucap Pengacara Muda Dwi Anggi Septiawan, S.H., diruangan Kantornya.

Saya harap Polres Situbondo dapat mengusut tuntas serta menyelesaikan perkara Persekusi ini. Dan perkara ini juga di kawal oleh GP SAKERA, saya selaku Pengacara dari Muhamad Faisol dan GP SAKERA berkolaborasi mengawal kasus ini sampai tuntas, Ujarnya. ( Hfz S-One )