Disrumkim Terus Optimalkan Sanitasi Menata Pola Air Limbah dan Air Bersih

0

Depok – untuk mempercepat proses tercapainya program pembangunan sanitasi permukiman di kota Depok. Pemerintah melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Rumkim) menargetkan cakupan khusus sanitasi hingga tahun 2020 .

Hal ini dilakukan guna menyelesaikan segala persoalan sanitasi, sehingga smart sanitasi di kota Depok benar-benar terwujud. Demikian dikatakan Sukanda Kepala Bidang Permukiman Dinas Rumkim Depok kepada sketsa. Jum’at,(23/11).

Menurut Sukanda kedepannya Pemkot Depok selalu ada inovasi sehingga Depok bisa unggul, tak hanya dalam bidang sanitasi, Dinas selalu siap mengelola serta menata pola air limbah dan air beraih, tentunya hal ini melibatkan instansi lainnya untuk bersinergi dan menata agar lebih baik lagi kedepannya.

” Kerjasama dengan Instansi Pemerintah lain dengan adanya bantuan aliran dana hibah dan kegiatannya ditindak lanjuti oleh Dinas Rumkim dalam kebutuhan air bersih untuk warga, namun yang pengelolaan hingga tagihan pembayaran dikelola oleh PDAM, jadi setelah sarana dan prasarana sudah tersaji maka dilakukan serah terima dari Dinas Rumkim kepada PDAM ” Ungkap Sukanda.

Selain itu Disrumkin juga melaksanakan pembangunan Septic Tank baik individu maupun komunal bersertifikat SNI , yang ramah lingkungan dan kedap air walaupun berjarak dengan sumber air minum kurang dari 10 meter tidak akan terkontaminasi.

“Sejak th 2015 s/d 2018 disrumkin sudah membangun sekitar 1390 septic tank individual dan 33 IPAL Komunal tersebar di seluruh kota depok, sehingga masyarakat yang telah terlayani mencapai 2380 KK. Setelah usia 3 tahun penggunaan akan disedot secara manual dengan truck dan dibuang ke penampungan dalam hal ini ke IPLT kalimulya ,” kata Sukanda.

Dikatakan Sukanda, Kedepan ditahun 2019 khusus Septic Tank individu maupun komunal Pemerintah kota Depok melalui Disrumkim menargetkan 1000 pembangunan septic tank, dan juga berencana membuat standar per pipa an untuk pembuangan air limbah.

Artinya septic tank individu maupun komunal ini sudah tersambung dengan pipa untuk pembuangannya (LLTT) , jadi secara otomatis limbah tersalurkan melalui pipa pembuangan hingga ke penampungan.

” Namun pembangunan perpipaan ini membutuhkan proses yang cukup panjang (LLTT) , mudah-mudahan kedepannya dapat terlaksana”, papar Sukanda. (dris/dot).