Ditengah Pandemi Covid-19, Mahasiswi Ini Bantu Pedagang Kecil Berjualan Via Online

0

Oleh: Beauty Kartika Lubis, Mahasiswa STEI Sebi,Depok.

Dampak dari pandemic virus corona (Covid-19) ini sangat dirasakan eveknya bagi setiap kalangan. Bahkan ketika pemerintah menerapkan Sosial Distanting atau Physical Distanting yang menghimbau masyarakat agar tetap dirumah saja. Namun bagi para usaha kecil hal ini sangat merugikan.

Seperti yang dirasakan Ibu Warmini, 50 tahun, seorang penjual es kelapa muda di Desa Rejosari Barat, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang. Warung kecil yang terbuat dari kayu dan ala kadarnya dengan tempat duduk lesehan dipinggir lapangan dan dibawah pohon beringin, digunakan Ibu Warmini untuk mencari rezeki setiap hari. Namun beliau mengeluhkan dengan kondisi saat ini.

Ia mengaku bahwa pendapatannya berkurang semenjak diterapkannya program social distanting. Karena jarang ada warga keluar dan membeli es kelapa muda diwarungnya.

“Sekarang warung sepi banget, nggak kaya biasanya, dulu sebelum ada corona banyak bapak-bapak atau anak muda yang pada nongkrong diwarung, sambil minum es kelapa, tapi sekarang jarang, bahkan sehari Ibu cuma dapet uang Rp. 50.000” kata Ibu Warmini, di Batang, Minggu 5 April 2020.

Sebelum adanya bantuan dari saya pribadi dengan berdagang Via Online, ditengah pandemic Covid-19, Ibu Warmini merasa khawatir bahkan takut untuk berjualan, kebutuhan pun berkata lain. Kondisi ini begitu memprihatinkan, dimana ia harus tetap berjualan untuk memenuhi keperluan hidupnya. Suaminya merupakan petani biasa, yang penghasilannya tidak tentu.

“Rame nggak rame warung harus tetap buka. Kalau warungnya nggak buka saya mau makan dari mana.” Ungkap Ibu Warmini.

Setelah 2 minggu berdagang via online, Ibu Warmini mengaku sangat terbantu. “warungnya tetep sepi, tapi Alhamdulillah ada beberapa yang order lewat telpon, ya walaupun gak seberapa banyak dan saya harus mengantarkannya sampai rumah yang beli, tapi ya lumayan nambah pendapatanya, terus juga ada tambahan buat transportnya Rp. 1.000, kalau harga aslinya es kelapa muda sekisar Rp. 10.000 kalau dianter kerumah jadi Rp. 11.000” tutur Ibu Warmini, Minggu 19 April 2020.

Walaupun masih tetap #dirumahaja tetapi warga di Desa Rejosari Barat tetap dapat menikmati dagangan beliau. Bahkan desa sekitar juga ada yang pesan lewat telpon kepada Ibu Warmini.

Tetapi masih banyak kendala yang dirasakan oleh Ibu Warmini. Meskipun sedikit terbantu dengan dagangannya yang di onlinekan.

“ketika saya nganterin pesanan ke rumah pembeli yang jaga warung cuma 1 orang, ya agak susah kalau ada yang beli diwarung. Pulsa juga jadi nambah, kan kadang ada yang sudah pesen saya lupa tanya alamatnya, jadi saya harus telpon lagi. Hp saya juga kadang suka eror, nggak bisa ditekan tombolnya.” Keluh Ibu Warmini.

Para pedagang kecil seperti Ibu Warmini seakan tak takut dengan wabah yang saat ini melanda negeri, demi memenuhi kebutuhan beliau rela melawan rasa takut demi menyambung hidup. Walaupun dengan segala keterbatasan. Mari kita sebagai remaja cerdas, bantu para pedagang kecil yang terkena dampak pandemic Covid-19 ini.

#dirumahaja, #Batang, #viruscorona, #baikbareng, #berkahbareng