Divonis Hakim Terbukti Bersalah Lakukan Penipuan, Sertifikat Tanah Dikembalikan ke Terdakwa

0

DEPOK – Abdul Kodir Jaelani dinyatakan, telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan atas sebidang tanah seluas 103 meter persegi (m2) milik Arpah yang sudah dibalik nama oleh terdakwa atas nama dirinya serta sudah dijaminkan ke Bank Mandiri Cabang Bekasi senilai Rp 200 Juta untuk modal usaha terdakwa. Namun, sertifikat tanah Nomor 8198 tersebut oleh Majelis Hakim dinyatakan agar dikembalikan kepada terdakwa.

Nomor Perkara 38/Pid.B/2020/PN Depok atas nama Abdul Kodir Jaelani yang dijerat oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hengki Charles Pangaribuan dengan Dakwaan Kesatu, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHPidana atau Kedua, melanggar Pasal 372 KUHPidana.

Majelis Hakim yang dipimpin M. Iqbal Hutabarat dengan anggota Forci Nilpa dan Nugraha Medica Prakasa sebelum membacakan amar putusan, menanyakan kabar terdakwa “apakah terdakwa sehat?” Yang dijawab terdakwa bahwa dirinya dalam keadaan sehat dan bisa mengikuti persidangan.

“Putusan ini tidak dibacakan secara keseluruhan. Yang nanti dibacakan hanya pertimbangan hukumnya saja. Atas hal itu, apakah terdakwa paham? Penasehat Hukum terdakwa apakah berkeberatan atau tidak? Begitu pula Penuntut Umum,” ujar M. Iqbal saat memulai persidangan secara teleconference yang digelar di Ruang Sidang Utama PN Depok, Jawa Barat, Rabu (8/4/2020).

Masih dalam amar putusan, M. Iqbal menyebutkan, atas keterangan saksi Nenek Arpah, terdakwa membenarkan sebagian keterangan saksi dan sebagian lagi disanggah oleh terdakwa. Saksi kedua yakni Saksi Yusup. Atas keterangan saksi tersebut, sebagian diterima oleh terdakwa dan sebagian lagi dibantah oleh terdakwa. Saksi ketiga adalah H. Harun. Ada dalam keterangan saksi tersebut dibenarkan dan sebagian dibantah oleh terdakwa. Saksi keempat adalah Aulia binti Yusup. Ada yang diterima oleh terdakwa dan ada juga yang dibantah terdakwa. Saksi kelima adalah Rusdiyanto Heru. Keterangan saksi ini juga ada yang diterima dan ada juga yang dibantah oleh terdakwa. Saksi keenam adalah Saksi Sudirman. Ada yang sebagian yang dibenarkan, ada juga yang dibantah. Saksi ketujuh adalah Habib Idrus. Dalam keterangan saksi ini terdakwa membantah. Saksi berikutnya adalah Saksi Arifin. Selanjutnya, keterangan Saksi Sherly Tambunan, SH. Atas keterangan Saksi ini dibenarkan keseluruhan oleh terdakwa.

Majelis Hakim juga berpendapat dalam pertimbangannya, menyatakan adalah benar dalam jual beli sebidang tanah milik Arpah adalah sebidang tanah seluas 199 m2 saja. Oleh karena itu, unsur-unsur Pasal 378 KUHP sudah terpenuhi.

“Mengenai barang bukti sertifikat tanah Nomor 8198 yang dahulunya atas nama Arpah dan kini sudah dibalik nama, atas nama terdakwa yg di dalam Tuntutan JPU agar dikembalikan ke Arpah. Maka, Majelis Hakim tidak sependapat dengan JPU karena dalam perkara sengketa kepemilikan sertifikat tanah bertentangan dengan Hukum Acara Perdata dan diselesaikan dalam ranah Perdata. Dan barang bukti tersebut dikembalikan kepada terdakwa,” tuturnya.

Menimbang, terhadap Nota pembelaan terdakwa dan Nota Duplik yang diajukan Penasehat Hukum terdakwa di dalam persidangan oleh Majelis Hakim dikesampingkan. Perbuatan terdakwa sudah merugikan orang lain. Dan terdakwa berkelakuan baik serta belum pernah ditahan.

“Menyatakan terdakwa Abdul Kodir Jaelani telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana Penipuan. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu berupa pidana penjara selama delapan bulan,” paparnya.

Atas putusan itu, Hakim Ketua M. Iqbal menanyakan kepada terdakwa apakah menerima putusan atau mengajukan pikir-pikir. Pertanyaan tersebut oleh terdakwa dijawab pikir-pikir, begitu pula Penasehat Hukum terdakwa. Hal yang sama turut diucapkan JPU Charles dengan menjawab pikir-pikir selama tujuh hari. (JIMMY)