Dokter Bhakti Yudha Diperiksa di PN Depok

0

DEPOK – Dokter Heti Kurnia Solehati telah diperiksa di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat, sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara pidana atas nama Selamet Riyadi.

Nomor Perkara 350/Pid.B/2020/PN Depok atas nama Selamet Riyadi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rozi Juliantono dan Rinaldy Adriansyah dihadirkan sebagai terdakwa dalam sidang yang dibuka dan terbuka untuk umum di Ruang Sidang Utama PN Depok, Selasa (4/8/2020).

Majelis Hakim yang dipimpin DR. Divo Ardianto dengan anggota Nanang Herjunanto dan Darmo Wibowo Mohammad sebelum memeriksa Saksi di persidangan, Saksi terlebih dahulu diambil sumpahnya berdasarkan agama dan kepercayaannya.

Agenda sidang kali ini adalah pemeriksaan seorang dokter dari Rumah Sakit (RS) Bhakti Yudha yang bernama dr. Heti Kurnia Solehati.

Di persidangan, Saksi mengaku tidak ada hubungan kerja maupun keluarga dengan terdakwa Selamet Riyadi.

JPU Rozi menanyakan kepada Saksi, apakah sudah pernah diperiksa di Penyidik Kepolisian dan pemeriksaannya adalah benar di Berita Acara Penyidikan (BAP)? Saksi menjawab iya.

Dalam keterangannya, Saksi menerangkan, pernah mengeluarkan keterangan rekam medis terhadap Saksi Pelapor, yakni Saudara Babay pada tanggal 20 Agustus 2019.

Saksi juga menyatakan, sebelumnya pernah memeriksa Saksi Babay pada tanggal 29 Juni 2018 dan memberikan obat braxidin yang mengandung kandungan benzo diazepin.

“Saat itu Saudara Babay berobat mengeluhkan sakit lambung. Dan obat untuk sakit lambungnya itu obat braxidin yang mengandung kandungan benzo diazepin,” ujar Saksi Heti.

Saksi juga menambahkan bahwa dirinya memeriksa Saudara Babay hanya sebanyak satu kali saja.

Sementara itu JPU Rozi dan Rinaldy saat dimintai keterangannya mengatakan, dalam keterangan saksi tadi disebutkan bahwa Saksi Pelapor Babay Suhaemi pernah berobat kepada saksi karena mengeluhkan sakit lambung.

Untuk mengobati sakitnya tersebut, maka Saksi memberikan obat braxidin yang di dalamnya mengandung kandungan benzo diazepin.

“Benzo Diazepin itu merupakan salah satu zat yang mengandung Narkotika. Oleh karena itu saat Saksi Pelapor meminta rekam medis di Rumah Sakit itu maka yang keluar rekam medis pada saat Saksi berobat di Rumah Sakit tersebut,” papar JPU. (JIMMY)