DPAPMK Depok Adakan Sosialisasi Edukasi Dan Psikologi Untuk Anak

0
Kabid BPAPMK Yulia Oktavia

Sketsa Depok

Guna mengetahui fenomena serta transisi anak-anak menuju kedewasaannya, Dinas Perlindungan Anak Pemberdaya Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok lakukan soaialisasi Edukasi dan Psikologi .

Hal ini juga sesuai dengan program Walikota Muhammad Idris dan Wakil Walikota Depok Pradi Supriyatna , yaitu menuju Depok sabagai Kota ramah keluarga dan Depok Kota layak anak .

Kepala Bidang tumbuh kembang dan perlindungan ank pada DPAPMK Depok Yulia Oktavia mengatakan, di era saat ini kami melalui Dinas dan bekerja sama dengan Forlead Indonesia Bangkit sebagai nara sumber sekaligus pemberi materi pembelajaran edukasi dan psikologi anak, mereka leadership dan sebagai team building dan mereka juga telah menerbitkan buku yang berjudul remaja pede, ujar Yulia.

Lebih jauh Yulia menjelaskan sosialisasi sekaligus memberikan edukasi pada anak-anak ini juga guna ingin mengetahu fenomena anak di era sekarang ini , sebab dalam masa ini remaja sedang mencari jati dirinya untuk tumbuh kembang fisik maupun psikisnya.

Sosialisasi yang mengambil tema remaja pede ini dari forum anak di ikuti sebagian besar anak-anak yang menuju fase transisi dewasa, “kami ingin mereka ada motivasi kemudian digalii potensinya, sesunguhnya ini adalah anak-anak yang hebat namun saat ini potensi-potensi itu belum banyak dimunculkan, mereka itu generasi penerus bangsa sebagai perpanjangan tangan kita yang dapat bergerak dimasyarakat khususnya pada anak ,lanjut Yulia.

Kota depok yaitu berbatasan langsung dengan ibukota dan juga sejabotabek, jadi bermacam-macam fenomena yang tidak kita inginkan pun ada saja terjadi pada anak namun disamping itu anak-anak di Kota Depok ini pun masih banyak juga yang memiliki prestasi, ungkapnya lebih lanjut.

Dikesempatan sama Yono Suryatno Direktur Forlead Indonesia Bangkit menjelaskan, edukasi dan psikologi untuk anak ini yang bertema remaja Pribadi Dewasa (PD) adalah PROSES dan CARA yang dapat menemani anak untuk melewati fase transisi antara anak-anak menuju dewasa, Proses dan Cara ini Penting untuk diketahui, sebab dalam masa itu, remaja sedang mencari jati dirinya, tumbuh kembang dan berkembang fisik maupun psikisnya” jangan kaget, kalau ternyata dimasa itu banyak persoalan yang timbul akibat kelabilan dam krisis identitas yang belum terindentifikasi, ujarnya.

Menurut dia fase ini membutuhkan perhatian penting. Karena pada fase inu kondisi remaja masih labil. Normalnya kira-kira 9 tahun yaitu pada rentang usia 12 hingga 21 tahun. “CARA yang tepat akan menghantarkan remaja melakukan proses perubahan yang lebih cepat menuju pribadi dewasa yaitu mampu memilah antara yang benar dan yang salah, yang baik dengan yang buruk serta mampu mengoptimalkan potensi dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang positif dan bermanfaat bagi orang lain”, Pungkas Yono. (Idris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here