DPC PPP Terus Berjuang Rapatkan Barisan Bangun Kekuatan Menangkan Idris-Imam

0

Depok – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Depok terus melakukan konsolidasi untuk memenangkan pasangan calon (paslon) Wali dan Wakil Wali Kota Depok, Mohammad Idris-imam Budi Hartono pada Pilkada 9 Desember mendatang.

Dikomandoi Qonita Lutfiyah sebagai Ketua DPC, PPP terus melakukan manuver politik untuk memenangkan Idris-Imam sebagai wali dan wakil wali kota periode 2021-2025.

Qonita mengatakan, PPP sampai saat ini masih berkomitmen merapatkan barisan membangun kekuatan untuk terus memenangkan pasangan Idris-Imam pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Pernyataan Qonita dibuktikan dengan aksi partai berlambang Ka’bah itu dengan terus melakukan kampanye ke sejumlah wilayah. Pada Senin (29/9/2020), PPP melakukan kampanye ke sejumlah wilayah di Kecamatan Cipayung, dimulai dari wilayah Cipayung Jaya, Bojong Pondok Terong (Boponter) hingga menyasar wilaya Kampung Benda dekat TPA Cipayung.

“Alhamdulillah, sampai saat ini kami tetap komitmen menjaga dan mengawal kemenangan pasangan Idris-Imam,” kata Qonita di Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat.

Wanita yang juga putri dari ulama kharismatik Indonesia, Kiai Sukron Makmun itu menjelaskan alasan pihaknya bertekad mengusung Idris-Imam sebagai Wali dan Wakil Wali Kota Kepok. Pertama kata dia, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono adalah dua sosok yang pantas disebut Alim Ulama.

“Alasan pertama Insya Allah beliau berdua adalah hamba yang menjaga ibadahnya. Itu menjadi tolak ukur utama dalam mencari kriteria seorang pemimpin,” papar Qonita.

Kedua sambung dia, penilaian kami selama 5 tahun kepemimpinan Idris di Kota Depok, janji kampanyenya sudah hampir semua terealisasi. Namun begitu, Qonita juga meminta agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dan terpancing pada isu yang tidak penting.

“Yang terpenting, coba kita lebih leluasa berfikir bagaimana kampanye itu dilakukan, sudah tentu kita lebih mengedepankan politik adu gagasan, dan jaga sikap karena kita komitmen melakukan politik santun,” tandasnya. (DOT)