DPRD Minta Pemerintah Prioritaskan Perlindungan UMKM

0

Jatim – Terus merangkaknya kurs uang Dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah, dari Rp 14.200 naik menjadi Rp 14.580 akan menjadi ancaman bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Untuk itu, Komisi B DPRD Jawa Timur meminta pemerintah memprioritaskan perlindungan kepada UMKM.

Ketua Komisi B DPRD Jatim, Firdaus Febrianto mengatakan, kenaikan dolar banyak berdampak pada kenaikan harga BBM. Tak hanya itu saja, komoditi yang lain juga akan mengalami kenaikan harga. Dengan begitu, nantinya akan semakin memberatkan masyarakat  di Jawa Timur.”Yang kita inginkan tentu saja apa ini perhatian terhadap ekonomi di bawah, seperti UMKM, sektor pertanian kemudian usaha-usaha masyarakat kecil lainnya tetap harus mendapat prioritas dari pemerintah,” kata Firdaus di temui di ruang Ketua Komisi B DPRD Jatim, Selasa (10/7)

Kalau sektor UMKM memperoleh prioritas dan memperoleh pembinaan yang lebih intensif, sehingga kondisi ekonomi makro yang seperti ini tidak semakin memberatkan mereka.Menurut Firdaus, usaha produksi yang harus memperoleh perhatian penuh adalah sektor perekonomian di bawah. Hal ini harus ditopang oleh pemerintah daerah agar mereka bisa tetap bertahan.Jika mereka berdaya, tentunya kondisi ekonomi yang lemas seperti saat ini pelaku ekonomi di bawah tidak gulung tikar. “Kalau mereka akhirnya harus jatuh dan kemudian kondisi ini berkepanjangan. Tapi kalau mereka bisa disuplai, sehingga akhirnya bisa membaik, bisa normal, mereka masih bisa tetap melanjutkan usahanya,” katanya.

Sementara itu Anggota Komisi B DPRD Jatim lainnya, Subianto mengatakan usaha – usaha masyarakat kecil maupun sektor pertanian harus mendapatkan prioritas dari pemerintah. Karena jika sektor tersebut diabaikan, maka sektor UMKM tersebut akan tergilas atau tutup. ( Yok/ning )